BeritaDaerahKeagamaanPemerintahanPendidikanSosial

Momentum Nuzulul Qur’an, Pacitan Juga Akan Luncurkan Program Sekolah Sak Ngajine untuk Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

"Saat ini menunjukkan masih banyak individu yang memiliki pendidikan formal tinggi namun belum diimbangi dengan sikap, adab, dan etika yang baik dalam kehidupan bermasyarakat"

Pacitan,JBM.co.id- Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Pendidikan bersiap meluncurkan program Sekolah Sak Ngajine (SSN) sebagai upaya memperkuat karakter dan akhlak peserta didik. Program ini dijadwalkan resmi diluncurkan bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an di Pendopo Mas Tumenggung Djogokardjo, Selasa (10/3/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah.

Menurutnya, fenomena saat ini menunjukkan masih banyak individu yang memiliki pendidikan formal tinggi namun belum diimbangi dengan sikap, adab, dan etika yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.

“Selama ini mungkin masih banyak kita jumpai orang-orang yang pandai dan berpendidikan tinggi, tetapi dalam hal adab dan kesopanan masih rendah. Melalui program ini, kami ingin menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan karakter,” ujarnya, Ahad (8/3/2026).

Khemal menambahkan, momentum Ramadan 1447 Hijriah menjadi waktu yang tepat untuk memulai gerakan tersebut. Nilai-nilai religius yang kuat di bulan suci diharapkan mampu memperkuat implementasi program SSN di lingkungan sekolah.

Program Sekolah Sak Ngajine sendiri dirancang untuk mengintegrasikan kegiatan keagamaan, khususnya pembelajaran Al-Qur’an dan penguatan karakter, dalam aktivitas pendidikan sehari-hari di sekolah. Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya berkembang dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat.

Lebih jauh, Dinas Pendidikan Pacitan menargetkan program ini dapat menjadi gerakan bersama di seluruh satuan pendidikan di daerah tersebut. Melalui SSN, sekolah diharapkan menjadi ruang yang tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga membentuk pribadi yang santun, beretika, dan berintegritas.

“Ke depan Pacitan diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas secara ilmu pengetahuan sekaligus memiliki akhlakul karimah yang kuat,” pungkasnya.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button