BaliBeritaDaerahDenpasarEkonomiLingkungan HidupPemerintahan

Teknologi SOMYA Dipuji Menteri LH di EnviroTech 2026, Sampah Organik Bisa Jadi Pupuk dalam 16 Jam

Jbm.co.id-DENPASAR | Inovasi teknologi pengolahan sampah organik karya anak bangsa, SOMYA sukses mencuri perhatian dalam ajang Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo & Conference atau EnviroTech 2026 yang berlangsung pada 11-13 Juni 2026.

Kehadiran SOMYA di pameran teknologi lingkungan internasional tersebut mendapat perhatian langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Mohammad Jumhur Hidayat yang mengunjungi booth SOMYA di arena pameran.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap inovasi teknologi pengolahan sampah organik berbasis sumber yang dikembangkan oleh anak bangsa melalui PT Enviro Mas Sejahtera.

Dalam kunjungannya, Menteri LH memberikan dukungan terhadap teknologi SOMYA yang dinilai mampu menjadi solusi nyata dalam pengelolaan sampah organik secara cepat dan berkelanjutan. Teknologi ini juga dinilai sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang kini terus didorong pemerintah.

Penilaian tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang menekankan pentingnya pengurangan sampah sejak dari sumber atau hulu, bukan hanya bergantung pada tempat pembuangan akhir (TPA).

Sementara itu, Anak Agung Ngurah Panji Astika ST., selaku pimpinan PT Enviro Mas Sejahtera, dengan Teknologi SOMYA karya anak bangsa, mempresentasikan mesin pengolahan sampah organik berbasis Rapid Digester yang didesain untuk mengolah sampah langsung ditempat/sumbernya.

Teknologi Rapid Digester yang dikembangkan SOMYA diklaim mampu mengolah sampah organik dalam waktu relatif singkat, yakni hanya sekitar 8 hingga 16 jam. Hasil pengolahan tersebut kemudian dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang bernilai guna.

A.A. Ngurah Panji Astika menyampaikan apresiasi pemerintah menjadi motivasi besar bagi tim SOMYA untuk terus mengembangkan inovasi pengolahan sampah yang efektif dan mudah diterapkan di berbagai sektor.

Menurutnya, teknologi SOMYA dirancang agar dapat digunakan oleh hotel, restoran, kawasan komersial, industri hingga pemerintah daerah dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

“Targetnya kami jelas, menghadirkan teknologi pengolahan sampah yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan mudah diimplementasikan berbagai sektor, mulai dari hotel, restoran, industri, kawasan komersial, hingga pemerintah daerah,” paparnya.

Ia juga menegaskan bahwa paradigma pengelolaan sampah di Indonesia harus mulai berubah. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang ke TPA, melainkan sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi produk bermanfaat.

Bagi SOMYA, paradigma pengelolaan sampah harus berubah. Sampah bukan lagi masalah yang harus ditimbun ke TPA. “Sampah adalah sumber daya yang harus dikelola bijak sejak dari sumber, demi Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tegasnya. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button