SAUP Dorong IMAS Pimpin PERADI SAI Denpasar 2026-2030 Didukung 212 Advokat Bawa Agenda Perubahan

Jbm.co.id-DENPASAR | Dukungan akar rumput atas perubahan di tubuh organisasi advokat mulai menguat menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) PERADI SAI Denpasar 2026.
Untuk itu, Soliditas Advokat Untuk Perubahan (SAUP) PERADI SAI resmi mendaftarkan I Made “Ariel” Suardana, S.H., M.H., atau yang akrab disapa IMAS sebagai kandidat Ketua PERADI SAI Denpasar periode 2026-2030.
Kelompok pendukung tersebut terdiri dari Advokat Pendiri PERADI, Barisan Advokat Muda, hingga Women Lawyer atau advokat perempuan.
Turut hadir, I Gusti Ngurah Arda W., I Made Kadek Artha, SH., I Made Somya Putra, SH., MH., Yanuar Nahak, SH., Indra Prasetya, SH., dan Ni Luh Sukawati, SH.
Menariknya, kemunculan IMAS dinilai di luar prediksi, karena selama ini lebih dikenal aktif mengadvokasi isu publik, demokrasi, dan penegakan hukum dibanding membangun ambisi politik organisasi.
Namun, dorongan kuat dari para advokat senior dan kalangan advokat muda disebut menjadi faktor utama yang membuat IMAS akhirnya maju dalam kontestasi pemilihan Ketua PERADI SAI Denpasar.
I Made Somya Putra menilai kebutuhan akan figur berpengalaman menjadi alasan utama munculnya dukungan besar terhadap Ariel Suardana.
“Bahwa arus bawah meminta rekan Ariel Suardana untuk maju karena kita butuh figur yang sudah terbukti dan teruji. Ariel Suardana mempunyai integritas, “track record” yang jelas dan bernyali dalam memperjuangkan penegakan humum. Kita organisasi Advokat Peradi SAI sep itu. Bukan harap-harap cemas,” kata Somya Putra, saat konferensi pers di Denpasar, Jumat, 12 Juni 2026.
Pandangan serupa juga disampaikan I Made Kadek Artha, S.H., M.H. Menurutnya, organisasi profesi advokat membutuhkan pemimpin yang matang menghadapi tantangan hukum yang semakin kompleks.
Menurutnya, figur IMAS adalah advokat senior yang sudah berpraktik lebih dari 25 tahun menjadi advokat. Demikian pula, beliau pernah memimpin organisasi profesi IKADIN (Ikatan Advokat Indonesia).
“Kami tidak ingin memilih pemimpin asal coba-coba. Ibarat sopir kami takut kalau sopirnya tidak berpengalaman bisa-bisa kami sebagai penumpang di bawa terperosok masuk jurang. Ketua organisasi profesi tidak sama dengan Sekeha Teruna, OSIS atau lembaga pada umumnya. Ketua itu simbol dan penentu dalam organisasi dan kami tidak mau dipimpin oleh orang yang tak punya “track record” yang jelas memimpin organisasi profesi Advoka di tengah kompetisi dan tantangan yang semakin berat,” terangnya.
Disisi lain, IMAS menegaskan bahwa dukungan yang diterimanya berasal dari semangat kebersamaan lintas generasi advokat. Ia menyebut dukungan yang masuk telah mencapai lebih dari 212 orang.
“Saya bangga sekaligus hiba atas dukungan yabg diberikan tidak saja dari kalangan Advokat Perempuan (“Women Lawyer”), Barisan Advokat Muda yang terdiri dari “Lawyer-Lawyer” muda enerjik dan berbakat melainkan para Advokat Senior yang menaruh barapan besar terhadap keberadaan dan perkembangan Peradi SAI ke depan. Jumlah dukungan dari beliau lebih dari 212 orang,” paparnya.
IMAS juga membawa sejumlah visi perubahan untuk organisasi, mulai dari pembentukan sekretariat bersama, penguatan Barisan Advokat Muda, pembentukan koordinator kabupaten/kota di Bali, hingga peningkatan pendidikan dan pelatihan profesi advokat.
Selain itu, IMAS juga menargetkan peningkatan komunikasi organisasi melalui surel langsung kepada anggota serta memperkuat hubungan dengan lembaga pendidikan dan instansi penegak hukum.
Menurutnya, semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi advokat yang lebih solid dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Semangat gotong royong, penuh kebersamaan dan kekeluargaan sep ini akan menjadi kiblat saya bila terpilih sebagai Ketua Peradi SAI ke depan,” urainya.
Menutup pernyataannya, IMAS menekankan bahwa seluruh visi dan program tersebut hanya dapat diwujudkan dengan dukungan nyata dari anggota dalam Muscab PERADI SAI II 2026 mendatang.
“Semua itu sangat tergantung pada dukungan konkret rekan-rekan pada Muscab Peradi SAI II 2026 nanti. Dukungan rekan-rekan menjadi fondasi awal kembali untuk menjaga marwah Advokat sebagai profesi Officium Nobile,” tutupnya. (ace).




