Made Supartha Hadiri Pengabenan di Setra Adat Buruan Tabanan Perkuat Solidaritas Tekankan Pentingnya Gotong Royong Ditengah Duka

Jbm.co.id-TABANAN | Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali, Dr. (C) I Made Supartha, S.H., M.H., menghadiri upacara Pengabenan almarhumah nenek dari saudara Rama di Setra Adat Buruan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Minggu (18/10/2026).
Kehadiran Made Supartha menjadi bentuk empati dan dukungan moral kepada keluarga yang sedang berduka.
Dalam prosesi adat tersebut, Made Supartha hadir bersama perwakilan Anggota DPR RI I Gusti Ngurah Alit Kelakan, yakni I GN Alit Astina, serta jajaran pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Buruan.
Ditengah suasana duka, kehadiran para tokoh dan pengurus partai tersebut mencerminkan pentingnya menjaga persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong ditengah masyarakat.
Politisi asal Dajan Peken, Tabanan, itu menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga besar almarhumah. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar PDI Perjuangan, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar atas berpulangnya almarhumah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” kata Made Supartha.
Made Supartha mengatakan, kehidupan manusia tidak terlepas dari siklus kelahiran, kehidupan, dan kematian.
Oleh karena itu, kepergian seseorang hendaknya menjadi pengingat bagi setiap orang untuk terus menebarkan kebaikan, menjaga persaudaraan, serta memberikan makna positif selama menjalani kehidupan.
“Upacara Pengabenan merupakan bagian penting dari tradisi dan keyakinan masyarakat Hindu Bali sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang telah berpulang. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, dan almarhumah mendapatkan jalan yang baik sesuai dengan keyakinan serta doa-doa yang dipanjatkan oleh keluarga,” tambahnya.
Menurut Made Supartha, nilai kemanusiaan harus senantiasa menjadi landasan dalam membangun hubungan sosial. Ketika sebuah keluarga mengalami kedukaan, kehadiran saudara, kerabat, tetangga, dan masyarakat sekitar dapat menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi masa sulit.
Made Supartha menegaskan, semangat gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali perlu terus dirawat. Kebersamaan tidak hanya diperlukan saat pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan, tetapi juga ketika ada warga yang membutuhkan dukungan moral.
Kehadiran Made Supartha bersama jajaran pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Buruan juga menjadi bentuk kedekatan dengan masyarakat melalui tindakan nyata, termasuk ketika warga sedang mengalami kedukaan.
Sebagai Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Made Supartha berharap nilai persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Desa Adat Buruan serta Kecamatan Penebel pada umumnya terus terpelihara.
Baginya, kepedulian tidak semata-mata diukur dari besar kecilnya bantuan, tetapi juga dari kesediaan untuk hadir, memberikan penguatan, dan berbagi rasa dengan sesama.
“Ditengah kehilangan, doa dan dukungan menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan. Saya berharap Semangat persaudaraan terus tumbuh agar masyarakat senantiasa hadir dan saling menguatkan dalam setiap keadaan,” tutupnya.
Pewarta: Ivan
Editor: Putu Wiguna



