BeritaDaerahKeagamaanPemerintahanPendidikanSosial

KH. Mahmud Ajak Masyarakat Tidak Membenci Pendosa, Tapi Membenci Perbuatannya

"Jika kita membenci orangnya, kita bisa saja menjadi penghalang baginya untuk kembali ke jalan yang benar. Padahal, tugas kita adalah saling mengingatkan dan mendoakan"

Pacitan,JBM.co.id-Pendakwah yang juga Inspektur di Inspektorat Kabupaten Pacitan, KH. Mahmud, mengajak masyarakat untuk menumbuhkan sikap bijak dalam menyikapi kesalahan sesama. Ia menegaskan pentingnya membedakan antara perbuatan dosa dan pelakunya.

KH. Mahmud menuturkan bahwa membenci kemaksiatan adalah bagian dari sikap moral dan keimanan. Namun, menurutnya, kebencian tidak seharusnya diarahkan kepada orangnya. “Jangan benci pendosa. Bencilah perbuatannya, namun jangan benci orangnya. Karena kita tidak pernah tahu siapa yang akan mendapatkan hidayah di akhir hidupnya,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Sebagai Inspektur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan, KH. Mahmud mengaku sering berhadapan dengan berbagai persoalan yang menyangkut kesalahan dan kekhilafan manusia. Pengalaman tersebut, katanya, semakin menguatkan keyakinannya bahwa setiap orang memiliki peluang untuk berubah menjadi lebih baik.

Ia menambahkan, sejarah telah menunjukkan banyak contoh orang-orang yang dahulu dikenal buruk, namun kemudian menjadi pribadi yang saleh dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, sikap menghakimi secara berlebihan dinilai justru dapat menjauhkan seseorang dari pintu perbaikan.

“Jika kita membenci orangnya, kita bisa saja menjadi penghalang baginya untuk kembali ke jalan yang benar. Padahal, tugas kita adalah saling mengingatkan dan mendoakan,” lanjutnya.

KH. Mahmud juga mengingatkan pentingnya introspeksi diri. Menurutnya, setiap manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan. Oleh sebab itu, sikap rendah hati dan tidak merasa paling benar menjadi kunci dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Urian KH Mahmud tersebut mendapat respons positif dari banyak pihak. Mereka menilai pesan yang disampaikan relevan dengan kondisi sosial saat ini, di mana perbedaan pandangan kerap memicu perpecahan.

Sebelum menutup perbincangannya, KH. Mahmud mengajak seluruh masyarakat Pacitan untuk terus menebar kasih sayang dan membuka ruang taubat bagi siapa pun. “Hidayah adalah hak prerogatif Allah. Tugas kita hanya berusaha, berdoa, dan tetap berbuat baik kepada sesama,” pungkasnya.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button