Kapolres Pacitan Ingatkan Ancaman Krisis Global: Harga Minyak Tembus USD 120, Rupiah Terus Melemah
"Saat ini kondisi APBN juga sudah cukup berat dengan tingkat defisit yang mencapai sekitar 2,96 persen

Pacitan,JBM.co.id-Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar angkat bicara terkait memanasnya konflik di Timur Tengah yang mulai berdampak pada kondisi ekonomi global, termasuk Indonesia.
Ia mengingatkan masyarakat untuk mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi krisis yang bisa terjadi apabila situasi tidak segera terkendali.
Menurut AKBP Ayub, salah satu dampak paling nyata saat ini terlihat pada sektor energi. Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak mentah dunia melonjak hingga menyentuh kisaran USD 120 per barel. Lonjakan tersebut turut memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dilaporkan telah menembus Rp 17.000 per USD.
Kondisi ini dinilai dapat memperberat beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengingat asumsi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam APBN hanya berada di angka USD 70 per barel.
“Setiap kenaikan USD 1 dari asumsi tersebut, APBN bisa mengalami tambahan beban sekitar Rp 3 triliun,” terang Ayub, Sabtu (14/3/2026).
Ia menambahkan, saat ini kondisi APBN juga sudah cukup berat dengan tingkat defisit yang mencapai sekitar 2,96 persen. Jika situasi global terus memburuk dan harga energi tidak terkendali, bukan tidak mungkin tekanan ekonomi akan semakin besar.
“Kalau kondisi ini terus berlanjut dan tidak segera terkendali, tidak menutup kemungkinan terjadi kolaps ekonomi. Dampaknya tentu akan langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Mantan penyudik di KPK ini menjelaskan, krisis ekonomi berpotensi memicu kenaikan inflasi yang signifikan. Dunia industri bisa mengalami kesulitan produksi, sementara harga berbagai kebutuhan pokok diperkirakan ikut melonjak.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup hemat sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan krisis global.
“Mulailah berhemat dan bersiap. Ini untuk berjaga-jaga jika krisis global benar-benar berlangsung,” pesannya.
Selain sektor ekonomi, Kapolres juga mengingatkan potensi meningkatnya angka kriminalitas akibat tekanan ekonomi yang meluas di masyarakat.
“Tekanan ekonomi biasanya diikuti peningkatan tindak kriminal. Karena itu masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, menjaga diri dan keluarga, serta mempersiapkan diri secara matang,” pungkasnya.(Red/yun).




