Gempa Berulang di Pacitan Jadi Pengingat Kewaspadaan dan Keteguhan Sosial Masyarakat
"Pos kamling perlu terus diaktifkan agar masyarakat tetap terjaga dan saling mengingatkan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk gempa bumi"

Pacitan,JBM.co.id-Gempa tektonik yang dua kali mengguncang Kabupaten Pacitan dalam sebulan terakhir menjadi pengingat penting bagi seluruh lapisan masyarakat tentang kerentanan wilayah terhadap bencana alam. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyisakan dampak berupa kerusakan pada sejumlah rumah warga serta rasa waswas yang sempat menyelimuti masyarakat.
Sebagai daerah yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik, Pacitan memang memiliki potensi kegempaan yang tidak bisa dihindari. Namun, kondisi tersebut bukan untuk ditakuti berlebihan, melainkan disikapi dengan kesiapsiagaan, pengetahuan, dan ketenangan bersama. Edukasi kebencanaan menjadi kunci agar masyarakat mampu bertindak cepat dan tepat saat situasi darurat terjadi.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan menggiatkan kembali sistem keamanan lingkungan atau pamswakarsa. Menurutnya, keberadaan pos kamling bukan hanya berfungsi menjaga keamanan dari tindak kriminal, tetapi juga menjadi sarana membangun solidaritas dan kesiapsiagaan warga menghadapi bencana, terutama saat malam hari.
“Pos kamling perlu terus diaktifkan agar masyarakat tetap terjaga dan saling mengingatkan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk gempa bumi,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Lebih dari itu, peristiwa alam ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sosial. Dalam situasi genting, kepedulian antarwarga, komunikasi yang baik, serta gotong royong terbukti mampu meminimalkan kepanikan dan mempercepat pemulihan kondisi lingkungan.
AKBP Ayub yang juga mantan Kasat Reskrim Polres Sidoarjo turut mengajak masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sikap spiritual yang kuat, menurutnya, dapat menumbuhkan ketenangan batin dan optimisme di tengah ujian alam yang terjadi.
Kewaspadaan yang terus dijaga, pengetahuan kebencanaan yang memadai, serta doa dan kebersamaan, masyarakat Pacitan diharapkan mampu menghadapi setiap potensi bencana dengan lebih siap dan tenang. Harapannya, Kabupaten Pacitan senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalani setiap dinamika alam yang terjadi.(Red/yun).




