KH Mahmud Ingatkan Umat: Fenomena Alam Jadi Tanda Agar Manusia Kembali Mengingat Sang Pencipta
"Zaman wes mlebu fase pungkasan, bumi asring guncang. Iki dudu kanggo medeni, nanging kanggo ngelingke manungsa supaya eling marang Gusti Allah"

Pacitan,JBM.co.id-Pendakwah kondang asal Pacitan, KH Mahmud, mengingatkan masyarakat agar tidak memandang berbagai fenomena alam dan keguncangan dunia saat ini semata-mata sebagai peristiwa biasa. Menurutnya, kondisi bumi yang kian sering “guncang”, baik secara harfiah maupun sosial, merupakan tanda agar manusia kembali mengingat Sang Pencipta dan memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, KH Mahmud menuturkan bahwa berbagai peristiwa seperti bencana alam, krisis kemanusiaan, kerusakan lingkungan, hingga kegelisahan sosial yang meluas patut dijadikan bahan perenungan bersama. Ia menekankan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk membaca tanda-tanda zaman sebagai sarana muhasabah, bukan sekadar menimbulkan rasa takut.
“Zaman wes mlebu fase pungkasan, bumi asring guncang. Iki dudu kanggo medeni, nanging kanggo ngelingke manungsa supaya eling marang Gusti Allah,” ujar KH Mahmud, Jumat (6/2/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, tanda-tanda akhir zaman tidak hanya berbentuk kejadian besar, tetapi juga terlihat dari perubahan perilaku manusia. Meningkatnya sifat individualisme, lunturnya nilai kejujuran, serta berkurangnya kepedulian sosial menjadi indikasi bahwa umat manusia perlu segera melakukan perbaikan diri, baik secara pribadi maupun kolektif.
KH Mahmud juga mengajak umat Islam untuk menyikapi kondisi ini dengan sikap yang seimbang, yaitu memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, serta tetap berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Menurutnya, kesiapan menghadapi akhir zaman bukan ditunjukkan dengan kepanikan, melainkan dengan peningkatan kualitas akhlak dan keimanan.
“Sing paling penting dudu ngerti kapan akhir zaman teka, nanging kepiye awake dhewe siap yen sewaktu-waktu dipanggil Allah,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa edukasi keagamaan harus terus diperkuat, terutama kepada generasi muda, agar mereka tidak terjebak pada pesimisme atau informasi yang menyesatkan. Dakwah, kata KH Mahmud, harus menghadirkan harapan, ketenangan, serta semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Melalui pesan tersebut, KH Mahmud yang juga menjabat sebagai Inspektur, Inspektorat Pacitan ini berharap masyarakat Pacitan dan umat Islam secara umum dapat menjadikan setiap peristiwa sebagai sarana introspeksi diri. Dengan kembali meneguhkan iman dan meningkatkan kepedulian sosial, umat diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijaksana dan penuh keimanan.(Red/yun)




