BeritaDaerahPemerintahanPendidikan

Dari Bandar untuk Indonesia: Inovasi Camat Herman Ramahi Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Kampung Ternak Sapi

"Peringatan kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk melahirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat"

Pacitan,JBM.co.id-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, tahun ini tampil berbeda.

Di tengah semarak berbagai perlombaan rakyat, lahir sebuah inovasi yang menggabungkan semangat patriotisme, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan melalui Lomba Kampung Ternak Sapi Terintegrasi Kecamatan Bandar Tahun 2026.

Gagasan yang diinisiasi Camat Bandar, Herman Ramahi, tersebut menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk melahirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat. Kemerdekaan tidak hanya diperingati dengan euforia, tetapi juga diwujudkan melalui karya dan inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Menurut Herman, pembangunan desa harus bertumpu pada potensi yang dimiliki masyarakat. Di Kecamatan Bandar, sektor peternakan sapi merupakan salah satu kekuatan ekonomi yang perlu terus dikembangkan dengan pendekatan yang modern, sehat, dan berkelanjutan.

“Lomba ini bukan sekadar mencari pemenang. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran bersama bahwa peternakan merupakan sektor strategis yang harus dikelola secara profesional, bersih, sehat, dan terintegrasi dengan pertanian. Inilah bentuk pengisian kemerdekaan melalui kerja nyata,” ujarnya, Rabu (5/8).

Melalui lomba tersebut, setiap desa didorong menghadirkan kawasan peternakan yang memenuhi prinsip-prinsip pengelolaan terpadu. Penilaian tidak hanya berfokus pada kondisi fisik kandang, tetapi juga memperhatikan kebersihan lingkungan, kesehatan ternak, penerapan biosekuriti, pengelolaan limbah menjadi pupuk organik, ketersediaan pakan, hingga kekompakan kelompok peternak dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Konsep kampung ternak terintegrasi menjadi langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Limbah peternakan yang selama ini dipandang sebagai persoalan justru diolah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi bagi sektor pertanian. Sinergi inilah yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat.

Pelaksanaan lomba mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, di antaranya Penyuluh Pertanian Kecamatan Bandar, Tim Vaksin PMK Kecamatan Bandar, serta sejumlah pelaku usaha pertanian dan peternakan, yakni UD. Tani Lestari, UD. Perintis Tani, UD. Among Tani, dan UD. Sumber Urip. Kolaborasi pemerintah, tenaga teknis, dan dunia usaha menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan peternakan yang maju dan berdaya saing.

Camat Bandar Herman Ramahi.
Camat Bandar Herman Ramahi.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi media pembelajaran bagi masyarakat. Para peternak saling berbagi pengalaman, memperkenalkan praktik terbaik dalam pemeliharaan sapi, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan hewan dan kebersihan lingkungan. Semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa pun tumbuh semakin kuat di tengah masyarakat.

Inovasi ini menunjukkan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan dapat menjadi ruang lahirnya ide-ide kreatif yang memberikan manfaat jangka panjang. Dari kandang-kandang ternak di pelosok desa, tumbuh optimisme bahwa ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat dapat dibangun secara bersama-sama.

Semangat perjuangan para pahlawan kini diteruskan melalui kerja keras para petani, peternak, penyuluh, dan seluruh elemen masyarakat yang berkolaborasi membangun daerah.

Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya: mengubah potensi menjadi prestasi, mengubah kebersamaan menjadi kekuatan, serta menjadikan desa sebagai fondasi Indonesia yang semakin maju.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Dari Kecamatan Bandar, semangat kemerdekaan diwujudkan melalui inovasi, gotong royong, dan penguatan ketahanan pangan demi Indonesia yang berdaulat, maju, dan sejahtera.(Red/yun)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button