AWK Bertemu Jokowi di Solo dan Wapres Gibran Sampaikan Aspirasi Bali: “Kita Butuh Orang Besar”

Jbm.co.id-SOLO | Anggota DPD RI perwakilan Provinsi Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa atau Arya Wedakarna (AWK), bersama rombongan DPD RI sowan menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Solo.
Dalam pertemuan tersebut, AWK menyerahkan tongkat Ganesha dari Tampaksiring kepada Jokowi. Pemberian tersebut menjadi simbol dukungan sekaligus estafet kepemimpinan.
Kemudian, kunjungan AWK berlanjut dengan pertemuan bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres Jakarta.
AWK mengaku senang dapat bertemu dengan dua tokoh tersebut. Menurutnya, sosok pemimpin nasional yang mudah diajak berdiskusi sangat dibutuhkan, khususnya untuk membahas berbagai persoalan daerah dan kepentingan Bali.
Sejak tahun 2026, AWK menilai Jokowi dan Wapres Gibran menunjukkan sikap terbuka terhadap anggota DPD RI.
AWK juga menyebut keduanya menunjukkan rasa respek terhadap lembaga perwakilan daerah tersebut.
Dalam pertemuan itu, AWK turut menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat Bali mencakup kebijakan politik, infrastruktur, pembangunan Bali hingga persoalan anggaran.
Menurut AWK, pertemuan dengan Jokowi dan Gibran memberikan dampak positif.
Oleh karena itu, AWK berharap kedua tokoh tersebut selalu diberikan kesehatan agar dapat terus berkontribusi bagi bangsa dan daerah.
AWK juga menegaskan pentingnya peran pemimpin besar dalam menjaga keberlanjutan Bali, termasuk nilai budaya dan tradisi yang menjadi identitas masyarakat Bali.
“Tentu kita butuh orang besar untuk bisa membuat Bali ini bertahan,” tegas AWK.
Untuk itu, AWK berharap komunikasi dan pertemuan dengan Jokowi maupun Gibran dapat terus berlanjut.
AWK menilai komunikasi langsung dengan tokoh nasional penting untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Bali.
Selain itu, AWK menyatakan komitmen untuk ikut menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran hingga 2029.
AWK menyebut dukungan penuh atas duet Prabowo-Gibran sebagai bagian dari pandangannya mengenai kepemimpinan nasional.
“Kami dari DPD RI siap untuk membantu apakah nanti perjalanan di tahun 2029 seperti apa kami akan mengaturnya dengan Beliau-Beliau. Pada prinsipnya syarat untuk menjadi pemimpin nasional Indonesia adalah Nasionalis Merah Putih itu yang tegas, kami ingatkan Pancasila diatas segala-galanya seperti itu,” tutupnya. (ace).




