Gubernur Koster Ikuti Peresmian Bendungan Sidan: Infrastruktur Strategis untuk Air Baku dan Ketahanan Pangan Bali

Jbm.co.id-BADUNG | Gubernur Bali Wayan Koster mengikuti secara virtual peresmian Bendungan Sidan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto bersama empat bendungan lainnya di sejumlah provinsi, Jumat (10/7/2026).
Gubernur Koster mengikuti prosesi peresmian tersebut dari Kabupaten Badung. Peresmian lima bendungan dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Bendungan Sidan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang diharapkan memperkuat ketahanan air dan pangan di Bali. Bendungan yang berada di daerah aliran Sungai Ayung tersebut memiliki wilayah yang mencakup Kabupaten Badung, Gianyar, dan Bangli.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Koster didampingi Kapolda Bali Inspektur Jenderal Daniel Adityajaya, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana Brigadir Jenderal I Ketut Mertha Gunarda, Wakil Ketua DPRD Bali I Gede Komang Kresna Budi, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, serta sejumlah pejabat TNI, kejaksaan, dan pemerintah daerah.
Gubernur Koster Dukung Penguatan Infrastruktur Air Bali
Bendungan Sidan dibangun pada 2018 hingga 2024 dengan nilai kontrak sekitar Rp1,8 triliun. Infrastruktur ini memiliki kapasitas tampung 5,76 juta meter kubik, luas genangan 37,15 hektar dan tinggi 68 meter.
Bagi Bali, keberadaan Bendungan Sidan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan air baku. Bendungan tersebut diproyeksikan memasok air baku sebesar 1,75 meter kubik per detik untuk Kota Denpasar serta Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Kehadiran infrastruktur tersebut juga mendukung sektor pertanian melalui penyediaan air irigasi untuk lahan seluas 9.598 hektar. Jaringan irigasinya mencapai 123,19 kilometer. Selain itu, Bendungan Sidan diproyeksikan mereduksi potensi banjir pada area seluas 108 hektar.
Dukung Energi Bersih
Bendungan Sidan juga memiliki fungsi dalam pengembangan energi terbarukan. Infrastruktur ini akan menghasilkan listrik berkapasitas 8,08 megawatt melalui pembangkit listrik tenaga air dan pembangkit listrik tenaga surya terapung.
Peresmian Bendungan Sidan menjadi bagian dari agenda pembangunan infrastruktur sumber daya air nasional yang diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengendalian banjir, dan pengembangan energi terbarukan.
Presiden Prabowo menyebut pembangunan lima bendungan yang diresmikan secara serentak tersebut menelan investasi negara sebesar Rp9,79 triliun. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian hingga satu juta ton beras secara nasional.
Bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dibawah kepemimpinan Koster, keberadaan Bendungan Sidan memperkuat infrastruktur dasar yang menopang kebutuhan air masyarakat, pertanian, sekaligus mendukung arah pembangunan Bali yang lebih berkelanjutan. (ace).




