BadungBaliBeritaDaerahEkonomiLalu LintasPariwisataPemerintahan

Badung Siapkan Ring Road hingga Utara Bangun Tunnel 2,4 Km di Gatsu-Canggu dan ERP Atasi Macet Cegah Alih Fungsi Sawah

Jbm.co.id-BADUNG | Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terus mematangkan pembangunan sistem jalan lingkar atau ring road sebagai solusi jangka panjang mengatasi kemacetan sekaligus membuka akses baru menuju wilayah Badung Utara.

Salah satu bagian penting dalam rencana tersebut adalah pembangunan akses Gatot Subroto (Gatsu)-Canggu-Mengwitani-Werdi Bhuana yang masuk dalam tahap II pembangunan infrastruktur jalan Badung pada 2027-2028.

Bupati Adi Arnawa mengatakan, akses tersebut akan menjadi embrio bagi pembangunan jaringan jalan yang mengelilingi wilayah Badung.

“Ini khan satu embrio untuk membuka akses baru lagi menuju Badung Utara. Jadi, Badung ini akan dilingkar dengan ring road jalan yang besar nanti, itu konsep kami,” kata Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, saat diwawancarai insan media usai Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III, Kantor Sekretariat DPRD Badung, Kamis, 3 September 2026.

Menurutnya, pembangunan akses baru tersebut membutuhkan perencanaan matang karena kawasan Gatot Subroto Barat saat ini sudah sangat padat oleh permukiman dan pembangunan.

Pemkab Badung merencanakan pembebasan lahan mulai 2027, kemudian dilanjutkan dengan tahap konstruksi pada 2028.

“Ini yang kita akan rancang, konsepkan dan planning, tentu karena menyangkut begitu padatnya pembangunan yang sudah ada di Gatot Subroto, main gate-nya jalan dari Gatot Subroto ke Canggu. Mau tak mau kalau ini kami terpaku dengan kondisi existing sekarang, tentu kami tidak akan pernah bisa bangun buat jalan,” kata Bupati Adi Arnawa.

Karena keterbatasan ruang untuk pelebaran jalan secara konvensional, Pemkab Badung juga mempersiapkan pembangunan terowongan atau tunnel bawah tanah sepanjang 2,4 kilometer.

Tunnel tersebut menjadi bagian dari total rencana ruas jalan sepanjang 19 kilometer untuk menghubungkan kawasan Gatot Subroto, Canggu, Mengwitani hingga Werdi Bhuana.

JLS Barat-Selatan Dikebut

Selain rencana ring road Badung Tengah dan Utara, Pemkab Badung juga tengah mengerjakan sejumlah akses baru untuk memecah konsentrasi kendaraan di wilayah selatan dan tengah.

Dari sisi barat, pembangunan infrastruktur Jalan Lingkar Selatan (JLS) ditujukan untuk memecah kepadatan lalu lintas dari arah Jimbaran menuju Uluwatu, termasuk kawasan GWK dan Universitas Udayana. Proyek tersebut ditargetkan rampung keseluruhan pada 2027.

Disisi tengah, akses Berawa-Teuku Umar Barat sepanjang 4,7 kilometer dibangun untuk mengurai kemacetan di kawasan Berawa dan Canggu. Proyek ini ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Sementara di sisi selatan, Pemkab Badung membangun akses Pecatu-Safaya-Melasti yang juga ditargetkan rampung pada 2026.

Seluruh pembangunan tersebut menjadi bagian dari konsep konektivitas jalan yang disiapkan Pemkab Badung untuk mengurangi beban lalu lintas pada ruas-ruas utama yang sudah semakin padat.

Cegah Alih Fungsi Sawah dengan ERP

Ditengah pembangunan jaringan jalan baru, Pemkab Badung juga mempersiapkan skema Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar elektronik.

Skema tersebut dirancang untuk mencegah pembangunan jalan baru justru memicu alih fungsi lahan pertanian dan persawahan di sepanjang koridor jalan.

“Kenapa kami tidak mau juga ketika kami membuat jalan baru nanti akan terjadi, mohon maaf, alih fungsi lahan terjadi. Karena ini khan kami melewati sawah-sawah. Nah, kalau ini dibiarkan terjadi, kita tidak yakin akan bisa mengendalikan. Sebagaimana kekhawatiran publik, bahwa semakin banyak kami membangun jalan akan terjadi alih fungsi lahan, inilah salah satu solusi yang kami lakukan dengan ERP,” kata Bupati Adi Arnawa.

Saat ini, tim konsultan asal Shanghai tengah melakukan studi kelayakan (feasibility study) selama tiga minggu untuk mematangkan aspek teknis pembangunan.

Bupati Adi Arnawa mengatakan penerapan ERP akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi daerah. Sebab, jalan yang dibangun merupakan aset dan kewenangan Pemkab Badung.

“ERP ini khan masalah besarnya tergantung daerah, karena ini dimiliki oleh Pemkab Badung. Yang penting disatu sisi pelayanan insfrastruktur jalan kita dapatkan dan disisi lain kita tetap bisa menjaga lahan kita masih utuh, tidak terjadi alih fungsi lahan,” paparnya.

Pinjaman Rp2,9 Triliun Disesuaikan Kemampuan Fiskal

Disisi pembiayaan, Bupati Adi Arnawa menjelaskan rencana pinjaman daerah sebesar Rp2,9 triliun tetap mengacu pada kemampuan fiskal dan batas maksimal kemampuan pinjaman daerah yang diukur melalui indikator Debt Service Coverage Ratio (DSCR).

Berdasarkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2025, kemampuan DSCR Kabupaten Badung berada pada kisaran Rp5 triliun lebih. Seiring peningkatan PAD pada 2026, kapasitas DSCR diperkirakan dapat mencapai hingga Rp6 triliun.

Namun, Pemkab Badung tidak mengambil angka maksimal tersebut. Pemerintah daerah tetap memperhitungkan kemampuan tata kelola keuangan agar kewajiban pembayaran tetap dapat dipenuhi sekaligus pembangunan infrastruktur bisa dipercepat.

“Kita berusaha untuk bagaimana disatu sisi tata kelola keuangan kita berjalan, disisi lain kita ada layanan infrastruktur kita dapatkan dan kewajiban kita bisa penuhi. Dengan langkah kita seperti ini percepatan pembangunan infrastruktur akan terwujud di Badung,” tutupnya.

Reporter: Ace Wiguna

Redaktur: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button