BeritaDaerahPemerintahanPendidikanSeni BudayaSosial

Dari Desa untuk Indonesia, Pelem Festival #6 Perkuat Budaya dan Bangkitkan Ekonomi Lokal

Pacitan,JBM.co.id-Semangat gotong royong, kreativitas masyarakat, serta kecintaan terhadap budaya lokal kembali mewarnai penyelenggaraan Pelem Festival #6 yang digelar di Panggung Jati Sampang, Dusun Krajan, Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku, Selasa (4/8/2026) kemarin.

Festival tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan keenam ini resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Prayitno, yang hadir mewakili Bupati Pacitan.

Dalam sambutannya, Prayitno menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Desa Pelem, panitia pelaksana, serta berbagai pihak yang telah bekerja sama sehingga Pelem Festival #6 dapat terselenggara dengan baik. Menurutnya, festival bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat identitas masyarakat.

“Festival seperti ini merupakan bagian penting dalam melestarikan seni, budaya, tradisi, serta potensi lokal yang dimiliki masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk berkreasi, mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus memperkenalkan potensi Desa Pelem kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Prayitno.

Ia menilai, keberhasilan penyelenggaraan Pelem Festival menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Desa Pelem memiliki kreativitas, semangat gotong royong, dan kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya serta pembangunan desa.

Menurutnya, kekuatan masyarakat dalam menjaga tradisi merupakan modal sosial yang sangat berharga. Karena itu, kegiatan seperti Pelem Festival perlu terus dipertahankan dan dikembangkan secara berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi generasi mendatang.

Lebih lanjut, Prayitno menjelaskan bahwa pengembangan seni dan budaya di tingkat desa memiliki peran penting dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kehadiran berbagai atraksi budaya diyakini mampu menarik kunjungan wisatawan, membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Semakin banyak kegiatan positif yang lahir dari desa, semakin besar pula peluang tumbuhnya ekonomi masyarakat. Festival budaya dapat menjadi etalase potensi daerah sekaligus mendorong lahirnya berbagai peluang usaha baru,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Prayitno juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, kebersihan, ketertiban, dan suasana kondusif selama rangkaian festival berlangsung.

“Jadikan Pelem Festival sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, menggali kreativitas dan inovasi, serta mengangkat potensi lokal. Semoga Pelem Festival #6 semakin maju, semakin dikenal, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pelem Festival #6 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan masyarakat Desa Pelem, tetapi juga terus berkembang sebagai salah satu ikon wisata budaya Kabupaten Pacitan.

Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, festival ini diharapkan mampu menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button