Ekajaya Patra Luncurkan Teknologi Waterjet Terbaru Siap Layani Rute Bali-Lombok Mulai Juni 2026

Jbm.co.id-BADUNG | Ekajaya Fast Ferry memanfaatkan ajang Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 untuk memperkenalkan inovasi terbarunya di sektor transportasi laut.
Operator ferry cepat tersebut meluncurkan kapal flagship terbaru bernama Ekajaya Patra sekaligus melakukan soft launch Nusa Dua Harbour Terminal, terminal ferry eksklusif yang berlokasi di kawasan Nusa Dua.
Kehadiran Ekajaya Patra menjadi tonggak baru dalam pengembangan konektivitas wisata bahari antara Bali, Lombok, dan Kepulauan Gili. Kapal sepanjang 41 meter dengan kapasitas 322 penumpang itu dijadwalkan mulai beroperasi pada 27 Juni 2026.
Yang membedakan Ekajaya Patra dari kapal cepat lainnya adalah penggunaan sistem propulsi HamiltonJet HTX58 waterjet generasi terbaru, menjadikannya kapal pertama di dunia yang mengadopsi teknologi tersebut.
Teknologi mixed-flow jet yang digunakan mampu meningkatkan efisiensi pada kecepatan tinggi hingga 2,5 persen melalui desain hidrodinamik baru. Inovasi ini berkontribusi terhadap pengurangan konsumsi bahan bakar sekaligus menekan emisi yang dihasilkan dalam setiap perjalanan.
Untuk mendukung performanya, Ekajaya Patra dibekali tiga mesin MAN Marine berkekuatan total 4.950 HP. Sistem tersebut dirancang bekerja jauh di bawah kapasitas maksimal HTX58 guna menjaga efisiensi operasional dan memperpanjang usia pakai mesin dalam jangka panjang.
Nama “Patra” sendiri memiliki makna filosofis yang kuat. Berasal dari bahasa Sanskerta dan Jawa Kuno-Bali yang berarti “daun” dan “yang layak”, istilah tersebut juga merujuk pada pepatraan, ornamen ukiran daun dan sulur yang banyak ditemukan pada bangunan suci di Bali.
“Patra bukan sekadar kapal, ini janji kami membawa wisatawan dan tradisi ke depan. Dengan terminal baru dan kapal flagship ini, kami membayangkan ulang seperti apa island hopping di Bali,” kata I Ketut Sugita, General Manager Ekajaya Fast Ferry, Jumat, 29 Mei 2026.
Selain mengedepankan teknologi, Ekajaya Patra juga dirancang dengan mempertimbangkan aspek konservasi lingkungan laut. Sebagai kapal waterjet, sistem impeller berada di dalam badan jet sehingga tidak menggunakan baling-baling terbuka di bawah lambung kapal.
Desain tersebut dinilai lebih aman bagi satwa laut seperti lumba-lumba, penyu, hingga pari manta yang kerap ditemukan di perairan Selat Lombok. Draft kapal yang lebih dangkal juga membantu meminimalkan gangguan terhadap dasar laut dan kawasan terumbu karang sensitif di sekitar Kepulauan Gili.
BBTF 2026 dipilih sebagai lokasi peluncuran karena menjadi ajang bertemunya pelaku industri pariwisata global, mulai dari tour operator internasional, wholesaler, MICE organizer, destination management company (DMC), hingga agen perjalanan premium dari berbagai negara seperti Australia, India, China, Inggris, Jerman, Singapura dan Malaysia.
Peluncuran Ekajaya Patra sekaligus mempertegas peran operator lokal Indonesia dalam mendukung pengembangan destinasi unggulan nasional, khususnya Lombok dan Kepulauan Gili sebagai destinasi wisata kelas dunia di luar Bali.
Sejalan dengan tema BBTF 2026, “Gastronomy & Sustainable Heritage”, kehadiran kapal terbaru dan terminal baru tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi laut yang lebih berkualitas, nyaman, dan berkelanjutan.
Nantinya, Ekajaya Patra akan melayani rute Nusa Dua-Gili Trawangan-Senggigi, memperkuat akses wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan di Bali dan Nusa Tenggara Barat. Kehadiran kapal ini juga menjadi lanjutan dari visi perusahaan yang diusung melalui tagline “From Waves To Wonders”. (ace).




