Pacitan Siapkan Ruang bagi Kendaraan Listrik, Charging Station Akan Dibuka hingga Lahan Swasta
"Kehadiran charging station juga diyakini mampu memantik aktivitas ekonomi di sekitarnya"

Pacitan,JBM.co.id-Pelan namun pasti, Pacitan mulai menyiapkan diri menyambut era kendaraan listrik. Tidak hanya mengandalkan lahan milik pemerintah daerah, peluang pendirian charging station atau stasiun pengisian daya kendaraan listrik kini juga bisa dibuka di lahan swasta maupun perseorangan yang dinilai representatif.
Langkah ini menjadi penanda bahwa Pacitan tak ingin sekadar menjadi penonton di tengah perubahan tren transportasi nasional. Di tengah geliat penggunaan kendaraan listrik yang terus tumbuh, pemerintah daerah melihat kehadiran charging station bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga pintu masuk bagi tumbuhnya peluang ekonomi baru.
Sekretaris Daerah Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, mengatakan lokasi pengisian daya kendaraan listrik bisa dibangun di titik-titik strategis yang dekat dengan aktivitas masyarakat. Pelataran ritel modern, pusat perbelanjaan milik swasta, hingga kawasan usaha yang ramai dikunjungi, dinilai berpotensi menjadi lokasi ideal.
Menurut Maulana Heru, minat untuk membangun charging station di Pacitan juga mulai bermunculan dari berbagai pihak. Tidak hanya satu perusahaan, sejumlah investor telah mengajukan permohonan survei lokasi untuk melihat potensi pengembangan fasilitas tersebut di wilayah Pacitan.
“Yang ingin membuka charging station tidak hanya satu perusahaan saja. Banyak yang sudah mengajukan permohonan untuk survei. Termasuk pihak PLN juga. Malah mereka sudah memiliki satu charging station di pelataran kantor dan satunya ada di rest area JLS,” terang Maulana Heru di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2026).
Meski demikian, ia tak menampik bahwa populasi kendaraan listrik, khususnya mobil listrik, di Pacitan saat ini masih terbilang minim. Namun bagi pemerintah daerah, pembangunan charging station bukan semata menjawab kebutuhan hari ini, melainkan menyiapkan fondasi untuk kebutuhan masa depan.
Di balik keberadaan fasilitas itu, tersimpan harapan yang lebih besar. Pacitan melihat charging station sebagai bagian dari wajah baru daerah, yaitu sebuah kesiapan menyambut wisatawan, investor, sekaligus perubahan pola transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Bagi wisatawan dari luar daerah yang telah menggunakan mobil listrik, ketersediaan charging station akan menjadi jaminan kenyamanan. Mereka tak lagi perlu ragu menempuh perjalanan ke Pacitan, sebab kebutuhan pengisian daya sudah tersedia. Di titik inilah, sektor pariwisata dipandang bisa ikut terdongkrak.
Tak hanya itu, kehadiran charging station juga diyakini mampu memantik aktivitas ekonomi di sekitarnya. Usaha kuliner, pusat perbelanjaan, hingga layanan pendukung lain berpeluang tumbuh seiring meningkatnya mobilitas pengguna kendaraan listrik yang singgah untuk mengisi daya.
“Masyarakat dari luar daerah yang memiliki mobil listrik, tidak akan ragu untuk berkunjung ke Pacitan lantaran sudah tersedianya charging station. Tentu hal ini akan membuka peluang usaha di semua sektor, khususnya pariwisata. Sehingga roda perekonomian dan iklim investasi akan semakin masif,” tandasnya.
Bagi Pacitan, pembangunan charging station tampaknya bukan sekadar proyek penyediaan fasilitas baru. Lebih dari itu, ini adalah langkah awal menjemput masa depan, ketika daerah tidak hanya dikenal lewat panorama alam dan destinasi wisatanya, tetapi juga lewat kesiapan infrastrukturnya dalam menjawab perubahan zaman.(Red/yun).




