BadungBaliBeritaDaerahKeagamaanPemerintahan

Pengempon Pura dan Merajan Ageng di Mengwi Sampaikan Aspirasi, Harapkan Bantuan Perbaikan dari Pemkab Badung

Jbm.co.id-BADUNG | Sejumlah perwakilan Pengempon Pura dan Merajan Ageng di wilayah Kabupaten Badung menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Daerah terkait kondisi bangunan suci yang membutuhkan perhatian dan perbaikan secara serius.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam sebuah audiensi yang berlangsung di Rumah Jabatan Kwanji, Kabupaten Badung, Kamis, 12 Maret 2026.

Foto: Perwakilan Pengempon Pura dan Merajan Ageng di wilayah Kabupaten Badung melakukan audensi dengan bu Bupati Badung, Rasniathi Adi Arnawa di Rumah Jabatan Kwanji, Kabupaten Badung, Kamis, 12 Maret 2026.

Audiensi tersebut menjadi wadah bagi para pengempon untuk menyampaikan kondisi sejumlah Pura dan Merajan Ageng yang saat ini mulai mengalami kerusakan fisik. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen masyarakat dalam menjaga keberlangsungan tempat suci, sekaligus melestarikan warisan budaya yang memiliki nilai spiritual bagi krama setempat.

Pertemuan ini ditujukan kepada Ibu Bupati Badung, Rasniathi Adi Arnawa maupun pemangku kebijakan terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung.

Untuk itu, Para Pengempon Pura dan Merajan Ageng berharap adanya perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, dalam bentuk bantuan perbaikan maupun restorasi bangunan suci tersebut.

Audiensi tersebut difasilitasi oleh I Made Wiraguna yang akrab disapa Bli Denok. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapan masyarakat agar Pemkab Badung dapat memberikan dukungan terhadap upaya perbaikan Pura dan Merajan Ageng yang memiliki nilai sejarah serta spiritual bagi para pengempon.

Para perwakilan pengempon menjelaskan bahwa kondisi fisik beberapa bangunan suci saat ini membutuhkan penanganan segera. Kerusakan yang terjadi dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan krama dalam menjalankan berbagai kegiatan keagamaan.

Perbaikan bangunan suci juga dinilai penting untuk menjaga kelangsungan aktivitas spiritual masyarakat serta memperkuat identitas daerah yang kental dengan nilai adat dan budaya Bali.

“Selain itu, sebagai wilayah yang kental dengan adat, terpeliharanya bangunan suci merupakan bagian dari menjaga identitas Kabupaten Badung yang berlandaskan nilai-nilai religius,” kata Ketut Gede Hartawan selaku Tokoh Masyarakat.

Melalui penyampaian aspirasi ini, para Pengempon Pura dan Merajan Ageng berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi pura dan merajan ageng yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat.

Dukungan pemerintah dinilai penting agar pelestarian bangunan suci dapat terus terjaga sekaligus mendukung kelangsungan tradisi dan budaya masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Badung. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button