BeritaDaerahEkonomiGaya HidupPendidikanSosial

Di Tengah Tekanan Ekonomi, Usaha Cuci dan Salon Mobil di Pacitan Tetap Bertahan

"Meskipun daya beli masyarakat cenderung melemah, kebutuhan perawatan kendaraan masih tetap ada"

Pacitan,JBM.co.id-Di tengah bayang-bayang krisis ekonomi global yang kian terasa, sektor jasa di daerah ternyata masih menunjukkan daya tahannya. Salah satu yang tetap eksis adalah usaha cuci dan salon mobil yang terus berjalan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Andre Surya, pemilik usaha cuci dan salon mobil di Pacitan mengungkapkan bahwa meskipun daya beli masyarakat cenderung melemah, kebutuhan perawatan kendaraan masih tetap ada. Hal ini membuat usahanya tetap bertahan, bahkan mampu menjaga stabilitas operasional.

Dalam satu pekan, tempat usaha miliknya masih menerima sekitar tiga hingga empat unit mobil dari berbagai jenis untuk layanan cuci hingga detailing. Menurutnya, fleksibilitas harga menjadi salah satu kunci agar pelanggan tetap datang.

“Tarif kita sesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Untuk detailing minibus berkisar antara Rp700 ribu hingga Rp800 ribu, sementara untuk SUV sekitar Rp800 ribu sampai Rp900 ribu,” ujar Andre, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, untuk layanan yang lebih sederhana seperti poles bodi atau pembersihan jamur kaca, pelanggan cukup merogoh kocek sekitar Rp400 ribu. Sementara layanan premium seperti coating atau poles keramik dibanderol antara Rp4 juta hingga Rp5 juta per mobil, meskipun permintaannya relatif jarang.

“Untuk pengerjaan detailing biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat hari,” jelasnya.

Di sisi lain, layanan cuci kendaraan tetap menjadi pilihan utama pelanggan dengan tarif yang lebih terjangkau. Untuk cuci mobil biasa, tarifnya Rp40 ribu, sedangkan sepeda motor Rp15 ribu. Adapun cuci mobil dengan tambahan wax dipatok Rp100 ribu.

“Kebanyakan pelanggan di sini memang lebih banyak mencuci mobil dibanding motor,” tambahnya.

Lebih dari sekadar bertahan, usaha ini juga memberikan dampak sosial dengan membuka lapangan pekerjaan bagi empat hingga lima orang karyawan, yang mayoritas merupakan anak muda.

“Alhamdulillah, di tengah tekanan ekonomi seperti sekarang, usaha ini masih bisa berjalan dan membantu membuka peluang kerja,” tutup Andre.

Ketahanan usaha kecil seperti ini menjadi bukti bahwa sektor jasa lokal masih memiliki peluang untuk bertahan, bahkan berkembang, di tengah tantangan ekonomi global yang terus bergulir.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button