Harga Cengkih Merangkak Naik, Petani Pacitan Menanti Puncak Keemasan
"Saat ini, harga cengkih kering gudang berada di kisaran Rp 125 ribu per kilogram"

Pacitan,JBM.co.id- Angin segar tengah berembus di kalangan petani cengkih di Pacitan. Dalam beberapa pekan terakhir, harga cengkih kering menunjukkan tren kenaikan yang perlahan namun pasti, membawa harapan baru bagi para pelaku usaha di sektor ini.
Widarto, seorang pemilik pabrik rokok ternama di Pacitan, mengungkapkan bahwa kenaikan harga telah berlangsung selama hampir satu bulan terakhir. Saat ini, harga cengkih kering gudang berada di kisaran Rp 125 ribu per kilogram. Meski tidak melonjak tajam, peningkatan ini dinilai cukup memberi dampak positif bagi petani.
“Dalam sebulan ini memang ada kenaikan harga cengkih gudang, meski tidak begitu signifikan. Ya sekitar Rp 125 ribu per kilogram,” ujar Widarto, yang akrab disapa Wit Sukses, Selasa (5/5/2026).
Untuk jenis cengkih kering klik yang siap digunakan sebagai bahan baku rokok kretek, harga juga mengalami penyesuaian. Namun, selisihnya relatif tipis, tidak sampai Rp 10 ribu per kilogram dibandingkan cengkih gudang.
Kendati harga bahan baku meningkat, Wit mengaku pihaknya belum dapat menaikkan harga jual rokok kretek produksinya. Ia menyebut adanya aturan tertentu yang membuat harga rokok tidak bisa serta-merta disesuaikan dengan kenaikan bahan baku, meski tidak merinci regulasi yang dimaksud.
Di sisi lain, dinamika pasar juga dipengaruhi oleh strategi para petani dan pedagang. Berdasarkan pantauan di lapangan, banyak di antara mereka memilih menahan stok cengkih yang dimiliki. Langkah ini diambil dengan harapan harga akan terus naik hingga mencapai titik tertinggi, sebelum akhirnya dilepas ke pasar.
Situasi ini menciptakan semacam permainan waktu antara produsen dan pemilik stok. Di satu sisi, petani berharap keuntungan maksimal, sementara di sisi lain, pelaku industri harus cermat menjaga stabilitas produksi di tengah fluktuasi harga.
Dengan tren yang masih menunjukkan kenaikan, para petani cengkih di Pacitan kini boleh tersenyum, menanti momen terbaik untuk memetik hasil dari komoditas yang selama ini menjadi salah satu andalan daerah.(Red/yun).




