BaliBangliBeritaDaerahKesehatanPemerintahan

Stok Darah Menipis, DPRD Bangli Dorong PMI Sosialisasi Donor Ditingkatkan

Jbm.co.id-BANGLI | DPRD Kabupaten  Bangli menyoroti keterbatasan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangli yang kerap terjadi dan berpotensi mengganggu penanganan pasien darurat.

Anggota Komisi I DPRD Bangli, Dewa Agung Suamba Adnyana menegaskan bahwa ketersediaan darah merupakan aspek krusial dalam pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien dalam kondisi darurat.

“Urusan darah itu urusan nyawa, ini mesti dilihat sebagai hal serius dalam penanganan, karena itu kami harap PMI Bangli dapat meningkatkan rutinitas dan intensitas donor serta senantiasa memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwasannya dengan berdonor justeru tubuh menjadi sehat karena metabolisme tubuh menjadi baik,” kata Suamba Adnyana, saat dikonfirmasi awak media di Kabupaten Bangli, Sabtu, 28 Maret 2026.

Shamba Adnyana juga menyebut bahwa kondisi kekurangan stok darah tidak boleh terus terjadi karena dapat berdampak fatal bagi pasien yang membutuhkan transfusi segera. Di sisi lain, DPRD Bangli tetap memberikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan PMI selama ini.

Sementara itu, Ketua PMI Bangli yang juga Wakil Bupati Bangli, Wayan Diar mengakui bahwa ketersediaan darah memang belum sepenuhnya stabil. Hal ini disebabkan ketidakseimbangan antara jumlah pendonor dan kebutuhan darah yang bersifat fluktuatif.

“Saat ini, ketersediaan darah di PMI Kabupaten Bangli rata-rata berkisar sesuai stok harian yang tersedia, sedangkan kebutuhan darah cukup fluktuatif tergantung permintaan dari rumah sakit. Secara umum, kebutuhan darah cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah pendonor yang datang secara rutin, sehingga pada waktu-waktu tertentu masih terjadi kekurangan, khususnya untuk golongan darah tertentu,” jelasnya.

Wabup Wayan Diar menambahkan, ada sejumlah faktor yang memengaruhi rendahnya jumlah pendonor, seperti kekhawatiran masyarakat terhadap dampak donor darah, kondisi hari libur panjang, cuaca, hingga aktivitas masyarakat. Selain itu, tidak semua calon pendonor memenuhi syarat kesehatan saat proses skrining. Untuk mengatasi persoalan tersebut, PMI Bangli telah menyiapkan berbagai langkah strategis.

“Untuk mengatasi hal tersebut, PMI Kabupaten Bangli telah dan akan terus melakukan langkah-langkah strategis,” imbuhnya.

Langkah tersebut meliputi peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, optimalisasi kegiatan donor darah sukarela melalui kerja sama lintas instansi, hingga pembentukan kelompok donor darah di tingkat desa melalui program GEMA SADIA BISA.

Selain itu, PMI juga melakukan sistem jemput bola melalui layanan donor darah keliling (mobile unit), memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye, serta menjalin kerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) di wilayah terdekat seperti Gianyar dan Klungkung.

“Kami berharap dengan langkah-langkah tersebut, kesadaran masyarakat untuk donor darah semakin meningkat k ketersediaan darah dapat terpenuhi dengan baik,” tutupnya. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button