
Jbm.co.id-BANGLI | Ratusan Pemedek dari segala arah banjar yang merupakan sisya Kedahtuan Agung Alang Sanja memadati rangkaian Wali Puncak Karya di Merajan Suci Kedhatuan Agung Alang Sanja, Bebalang, Kabupaten Bangli.
Pucak Wali dipuput dua sulinggih, Ida Ratu Nabe Ida Sri Begawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun Kedhatuan Kawista Belatungan Tabanan dan Ida Sri Begawan Dwija Giri Gerya Saba Ketewel, Gianyar.

Selain itu, Tokoh Puri Agung Denpasar Bangli Anak Agung Mangku Gede Wiraguna juga hadir dalam pelaksanaan Puja Wali di Kedatuan Agung Alang Sanja dari unsur Pinandita (100 Pemangku) segenap jajaran Prajuru Desa Adat Bebalang, Bendesa Adat, Kelihan Adat, Kelihan Tempek, Kelihaan Gong Kelihan Sekebaris, Kelihan Pecalang dan jajaran Prajuru Banjar Adat Tegal.
Bahkan, 400 pemedek dari berbagai penjuru dan pesemetonan hadir ngaturang sembah dan bakti bersyukur dan memohon keselamatan kepada Ida Betara Sakti Pejenengan yang berstana di Merajan Suci Kedhatuan Alang Sanja.
Puncak karya, Rabu, 10 Juni 2026 diiringi tabuh gong gede oleh seka gong Banjar Tegal, dan tabuh gong suling oleh sangar Kumara Jaya dari Bebalang, Bangli. Suguhan tari wali dan tari sakral juga memberi nuansa serta aura kehidmatan Puncak Karya, seperti tari Topeng Sida Karya, Tari Pendet, Tari Rejang Sari, Tari Rejang Dewa dan persembahan Wayang Kulit.
Alunan Gong Gede oleh Seka Gong Banjar Tegal, Bebalang dan tabuh gong suling dari Sangar Kumara Jaya Bebalang memberi warna bagi suasana spiritual Puncak Karya.
Kedhatuan Agung Alang Sanja dipenuhi pemedek dari berbagai banjar yang merupakan sisya Kedhatuan Agung Alang Sanja.
Terpantau, ratusan Pinandita Pemangku dan 400 pemedek dari berbagai banjar larut dalam suasana hening untuk memberi pemujaan kehadapan Ida Betara Sakti Pejenengan, dengan penuh keikhlasan sembari saling lepas rindu diantara mereka yang tidak mudah untuk bisa bertemu karena dibatasi waktu, jarak dan profesi serta situasi.
Diakhir rangkaian upacara setelah pemedek selesai melakukaan sembahbakti dan semuanya sudah dapat nunas tirta (air suci) makan semua pemedek juga disuguhan makanan (nunas paice) menambah suasana harmonis dan rasa subakti dan rasa bahagian menyelimuti pemedek.
Disela-sela nunas paice, ada salah satu warga yang sempat diwawancarai awak media yang tidak mau disebut namanya menuturkan bahwa sangat bahagia dan menghaturkan rasa subakti yang tulus terhadap Ida Betara Sakti yang niskalanya sekalanya menghaturkan rasa angayubagia.
“Saya ucapkan matur suksema terhadap Ida Ratu Sri Begawan Putra Natha Anom Pemayuan Kedhatuan Agung Alang Sanja. Semoga Beliau selalu di berkati panjang yusa dan murah rezeki dan selalu di karunia oleh Betara sami,” pungkasnya.(S Kt Rcn).




