BaliBeritaDaerahDenpasarPemerintahan

Waspada Macet Horor saat Nataru 2027: Komisi III DPRD Bali dan IWO Desak Pemerintah Pusat Benahi Jalur Gilimanuk

Jbm.co.id-DENPASAR | Publik kembali menyoroti ancaman kemacetan panjang, menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027.

Untuk itu, Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bali mendorong Komisi III DPRD Bali mendesak pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret membenahi kondisi jalan dan jalur transportasi menuju Pelabuhan Gilimanuk, mengantisipasi potensi macet horor.

Dorongan tersebut mengemuka, dalam diskusi bulanan #NgopiSantuy IWO Bali  menghadirkan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, Nyoman Suyasa, ST., sebagai narasumber di salah satu warung kopi di Denpasar, Jumat (30/10/2026).

#NgopiSantuy mengangkat tema perkembangan pariwisata dan infrastruktur Bali.

IWO Bali menilai kesiapan infrastruktur transportasi harus menjadi perhatian sejak dini. Pasalnya, lonjakan mobilitas kendaraan dan wisatawan saat libur akhir tahun berpotensi membebani jalur utama keluar-masuk Bali, khususnya akses menuju Pelabuhan Gilimanuk yang menghubungkan Bali dengan Pulau Jawa.

Dalam diskusi tersebut, Nyoman Suyasa mengakui pertumbuhan pariwisata Bali harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur.

Nyoman Suyasa menyebutkan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada 2025 mencapai sekitar 7,05 juta orang. Pada 2026, angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 7,1 juta hingga 7,2 juta wisatawan. Jika digabungkan dengan wisatawan domestik, total kunjungan diperkirakan mencapai sekitar 16 juta orang per tahun.

Menurutnya, peningkatan mobilitas tersebut tidak cukup diatasi hanya dengan pembangunan atau pelebaran jalan. Pengendalian tata ruang, pengelolaan kawasan, hingga perlindungan sumber mata air juga harus menjadi bagian dari perencanaan pembangunan Bali.

“Kalau berbicara perkembangan pariwisata Bali dihubungkan dengan infrastruktur, kita tidak bisa hanya berbicara pembangunan jalan atau penambahan kapasitas jalan. Ada hal yang lebih penting, yaitu pengendalian tata ruang, pengendalian kawasan, serta pengelolaan sumber mata air,” kata Nyoman Suyasa.

Selain jalur Gilimanuk, kemacetan di kawasan Bali Selatan juga menjadi perhatian. Pertumbuhan jumlah wisatawan dan aktivitas masyarakat dinilai tidak sebanding dengan kapasitas infrastruktur jalan yang tersedia.

Sejumlah alternatif penanganan kemacetan turut dibahas, mulai dari pengembangan transportasi massal, rencana pembangunan jalur tram, pelebaran jalan, hingga pengaturan ulang jalur distribusi kendaraan logistik.

Khusus menghadapi Nataru 2027, koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Dinas Perhubungan dinilai perlu diperkuat. Pengaturan arus kendaraan dan kemungkinan pengalihan jalur logistik menjadi salah satu opsi untuk mengurangi beban lalu lintas di kawasan padat wisata.

Sementara itu, Ketua IWO Provinsi Bali, Tri Widiyanti, mengatakan #NgopiSantuy merupakan agenda diskusi rutin bulanan yang dirancang sebagai ruang komunikasi terbuka antara insan pers, pemerintah, dan para pemangku kepentingan.

Melalui forum tersebut, IWO Bali ingin menghadirkan pembahasan kritis atas persoalan aktual, termasuk kebijakan pembangunan dan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

IWO Bali berharap Komisi III DPRD Bali dapat mengawal persoalan tersebut melalui koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat, khususnya terkait penanganan jalur Gilimanuk. Langkah antisipatif diperlukan agar persoalan akses transportasi tidak kembali menjadi pemicu kemacetan parah saat puncak libur Nataru 2027.

Turut hadir, Ketua PD IWO Kota Denpasar beserta jajaran, Ketua PD IWO Kabupaten Badung beserta jajaran, serta pengurus dan anggota IWO Provinsi Bali.

Melalui #NgopiSantuy, IWO Bali menegaskan komitmennya menjadikan pers sebagai ruang penyampai aspirasi sekaligus pengawal kebijakan publik, terutama menyangkut kesiapan infrastruktur dan kepentingan masyarakat Bali.

Pewarta: Ferry

Editor: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button