
Jbm.co.id-DENPASAR | Vihara Buddha Sakyamuni Bali kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan spiritual yang akan berlangsung sepanjang bulan Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi umat Buddha untuk memperdalam praktek Dhamma, memperkuat kebersamaan serta menumbuhkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembersihan patung Buddha Rupang beserta areal vihara sebagai simbol penghormatan dan kesiapan batin, dalam rangka menyambut Hari Trisuci Waisak 2570 BE/2026 di Vihara Buddha Sakyamuni Bali, Jalan Gunung Agung Lingkungan Padang Udayana, Denpasar, Selasa, 28 April 2026.

Pembersihan patung Buddha Rupang bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi juga spiritual. Ritual penuh makna ini mencerminkan niat tulus untuk membersihkan diri sebelum memasuki masa suci.
Rupang dibersihkan oleh umat, para Bhikkhu Sangha, Majelis Agama Buddha, Forum Ibu-Ibu Buddhis, Patria dan Pengurus Vihara. Pembersihan Buddha Rupang bukan sekadar bersih secara fisik, tetapi juga menyucikan batin.
Wakil Ketua Karakasabha Vihara Buddha Sakyamuni Bali, Dwi Kangge Cahya Dinata menyatakan kegiatan ini melibatkan umat Buddha secara gotong royong mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap tempat ibadah.
“Itu pembersihan patung Buddha Rupang sebagai simbol untuk membersihkan hal-hal yang berada diluar. Jadi, kita membersihkan areal vihara, mulai dari Buddha Rupang, altar, Dhamma Sala dan seluruh areal vihara,” terangnya.
Tiga hari berikutnya, Vihara Buddha Sakyamuni Bali akan menyelenggarakan Mahajata, yang berarti Perayaan Besar dan pembukaan Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD), Jumat, 1 Mei 2026 pada 16.30 WITA.
Menurutnya, Mahajata merujuk pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Vihara Buddha Sakyamuni, yang secara tradisi dilaksanakan setahun sekali pada bulan purnama, menjelang Hari Raya Waisak.
“Jadi, Mahajata ini sebagai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Vihara Buddha Sakyamuni Bali yang diperingati tiap satu bulan sebelum Waisak,” kata Cahya Dinata.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pembuka dari rangkaian Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD) ke-28. Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD) merupakan program tahunan yang dirancang untuk memberikan ruang bagi umat dalam memperdalam pemahaman ajaran Buddha melalui ceramah Dhamma dan meditasi.
“Setelah pembersihan diluar, kita lanjutkan pembersihan didalam, yaitu ke batin kita. Jadi, selama satu bulan ini, umat Buddha akan melakukan Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD) yang setiap harinya diisi dengan kegiatan Ceramah Damma. Itu diisi oleh Bhikkhu Sangha maupun Pandita dan juga umat-umat yang kompeten di bidangnya,” kata Cahya Dinata.
Lebih lanjut, Cahya Dinata menyampaikan SPD juga menjadi momentum bagi umat untuk berlatih Atthasila (delapan sila), yaitu delapan aturan kemoralan dalam ajaran Buddha, yang dijalankan selama satu bulan penuh sebagai bentuk latihan pengendalian diri dan penguatan praktek spiritual.
“Itu Attasila bertujuan membersihkan batin untuk menyambut Hari Trisuci Waisak nantinya. Jadi, kalau sehari-hari, Umat Buddha itu melatih namanya Pancasila atau lima latihan kemoralan, yaitu tidak membunuh, tidak mencuri, tidak melakukan perbuatan asusila, tidak berbohong atau berbicara tidak benar dan tidak mabuk-mabukan,” kata Cahya Dinata.
Selama satu bulan ini, lanjutnya Pancasila ditambah dengan tiga hal lagi menjadi delapan aturan kemolaran, yaitu tidak makan lewat setelah tengah hari atau jam 12 siang sampai besok pagi, lalu tidak merias diri dalam arti tidak menikmati hiburan dan juga tidak duduk atau tidak tidur di tempat tinggi serta mewah.
“Jadi, itu melatih kesederhanaan. Puasa itu dimulai jam 12 siang sampai jam 6 pagi besoknya. Itu tidak boleh makan semuanya hanya minum air saja,” kata Cahya Dinata.
Memasuki pertengahan bulan, umat Buddha juga akan mengikuti kegiatan Pindapata, Kamis, 14 Mei 2026 06.00 WITA.
Lokasinya, dimulai dari Jalan Gunung Agung sampai Vihara Buddha Sakyamuni, Denpasar. Pindapata merupakan tradisi luhur dalam ajaran Buddha, yang mencerminkan praktek dana (berbagi) serta mempererat hubungan antara Sangha dan umat.
Puncak perayaan Hari Trisuci Waisak akan berlangsung di Vihara Buddha Sakyamuni, Denpasar, Minggu, 31 Mei 2026 16.00 WITA.
Perayaan ini akan menjadi momen utama untuk mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu Kelahiran, Pencapaian Penerangan Sempurna dan Parinibbana.
Disela-sela rangkaian utama tersebut, Vihara Buddha Sakyamuni Bali juga menyelenggarakan berbagai kegiatan pendukung, antara lain:
● Kursus Dasar Agama Buddha
● Pattidana (pelimpahan jasa)
● Wisuda Upasaka-Upasika
● Serta kegiatan pembinaan dan kebaktian rutin lainnya.
Seluruh rangkaian kegiatan ini terbuka bagi umat Buddha dan masyarakat umum yang ingin turut berpartisipasi, dengan harapan dapat menjadi sarana pengembangan spiritual serta mempererat keharmonisan antar umat beragama.
Melalui rangkaian kegiatan Waisak 2026 ini, Vihara Buddha Sakyamuni Bali mengajak seluruh umat untuk tidak hanya merayakan secara seremonial, tetapi juga menghayati nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan sehari-hari, seperti welas asih, kebijaksanaan dan kedamaian batin.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Ibu-Ibu Buddhis Provinsi Bali, Seriyanti didampingi Koordinator Acara Pembersihan Buddha Rupang dan Mahajata, Ayu Sri Waringin menyebutkan Forum Ibu-Ibu Buddhis itu merupakan salah satu keanggotaan KBTI yaitu Keluarga Besar Teravada Indonesia, didalamnya terdapat Sanggha, Magabuddhi, Patria dan Vihara.
Untuk acara Mahajata, lanjutnya sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Vihara Buddha Sakyamuni Bali, pihaknya dari Forum Ibu-Ibu Buddhis Provinsi Bali mendapatkan tugas, yaitu pembersihan areal vihara seperti saat ini hingga acara Mahajata, pada 1 Mei 2026.
“Itu kita dari Ibu-Ibu Buddhis yang bertanggung jawab dengan dibagikan tugas-tugasnya. Nah, untuk perayaan Mahajata dan bersih-bersih sekarang ini kita bentuk panitia kecil lagi yang diketuai oleh Ibu Ayu Sri Waringin,” kata Seriyanti.
Menurutnya, kegiatan seperti ini diadakan secara rutin sebelum satu bulan perayaan Waisak, yaitu aksi bersih-bersih vihara untuk menyambut HUT Vihara Buddha Sakyamuni Bali.
Untuk mempererat hubungan kekeluargaan, Forum Ibu-Ibu Buddhis Provinsi Bali juga menyelenggarakan Bazzar UMKM, yang rencananya digelar pada 17 Agustus 2026 mendatang. Selain sarana memperkuat tali silahturahmi, kegiatan Bazzar UMKM juga bertujuan menambah kas daerah masing-masing.
“Kita jarang ketemu seluruh Bali, makanya kita adakan kegiatan Bazzar UMKM dari Forum Ibu-Ibu Buddhis. Kita menjual makanan daerah di seluruh Bali. Kita koordinir di Vihara Buddha Sakyamuni Bali. Itu biasanya acara berlangsung dua hari. Mereka menjual makanan khas daerah mereka,” kata Seriyanti.
Ayu Sri Waringin selaku Koordinator acara Pembersihan Buddha Rupang dan Mahajata juga menyatakan kegiatan bersih-bersih dilakukan secara gotong royong. Kegiatan pembersihan dimulai dari bersih-bersih patung Buddha Rupang, taman hingga areal vihara yang diselenggarakan setiap tahunnya.
“Sebenarnya tidak secara khusus gitu, kita khan sharing secara umum. Jadi, siapa yang bisa, mereka datang atau hadir ke vihara,” pungkasnya. (ace).




