Cuaca Ekstrem Ancam Pohon Peneduh, DLH Pacitan Tekankan Penanganan Pentahelix
Cicik menegaskan: "Dalam situasi bencana alam, penanganan tidak boleh berjalan secara sektoral. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas unsur dengan pendekatan pentahelix"

Pacitan, JBM.co.id-Maraknya kejadian pohon tumbang saat hujan deras disertai angin kencang membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan menaruh perhatian serius terhadap kondisi pohon-pohon peneduh di sejumlah ruas jalan.
Kepala DLH Pacitan, Cicik Rudhotul Jannah, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan rutin, keberadaan pohon peneduh di jalan-jalan milik kabupaten sejauh ini masih dalam kondisi aman dan layak. Namun, ia menegaskan bahwa faktor cuaca ekstrem tetap menjadi ancaman yang tidak bisa diprediksi sepenuhnya.
“Secara umum aman. Kecuali jika terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang, itu sudah di luar kuasa manusia,” ujar Cicik saat ditemui di sela kegiatan penanaman pohon bersama di kawasan Pantai Pancer Door, Ahad (11/1/2026).
Cicik juga meluruskan kewenangan penanganan terhadap sejumlah kejadian pohon tumbang yang belakangan terjadi. Seperti peristiwa di ruas jalan Pacitan–Ponorogo, tepatnya di wilayah Desa Widoro, yang menurutnya merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) di Pacitan.
Demikian pula kejadian pohon tumbang di ruas Jalur Lintas Selatan (JLS) pada Sabtu (10/1/2026). Penanganan jalur nasional tersebut berada di bawah kewenangan UPT Pengelolaan Jalan Nasional (PJN).

Meski berbeda kewenangan, Cicik menegaskan bahwa dalam situasi bencana alam, penanganan tidak boleh berjalan secara sektoral. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas unsur dengan pendekatan pentahelix, melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.
“Dalam kondisi darurat, DLH bersama BPBD selalu hadir untuk melakukan evakuasi dan penanganan di lapangan secara cepat, tepat, dan terukur,” tegasnya.
DLH Pacitan, lanjut Cicik, terus berupaya melakukan pemantauan dan perawatan pohon peneduh sebagai bagian dari mitigasi risiko, sembari mengajak masyarakat untuk turut melaporkan potensi pohon rawan tumbang demi keselamatan bersama.(Red/yun).




