
Jbm.co.id-DENPASAR | Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani mendorong generasi muda Bali lebih aktif memanfaatkan peluang kerja dan magang di daerah sendiri.
Dorongan tersebut disampaikan Tutik saat menghadiri peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat yang dirangkaikan dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI di Kantor DPD Partai Demokrat Bali, Minggu, 23 Agustus 2026.
Tutik menilai pesatnya perkembangan sektor pariwisata Bali harus menjadi peluang bagi anak muda lokal.
Menurutnya, generasi muda Bali tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan industri pariwisata.
Salah satu langkah yang didorong Tutik adalah pemanfaatan program Magang Hub yang disediakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Program tersebut dinilai dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi.
“Kemenaker sudah menyediakan program Magang Hub. Generasi Z dan anak-anak muda harus aktif memanfaatkan teknologi, buka informasi di ponsel masing-masing. Jangan sampai peluang magang di daerah sendiri, seperti sektor pariwisata Bali, justru didominasi oleh tenaga kerja dari luar,” tegasnya.
Tutik berharap program tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, khususnya oleh lulusan SMK. Ia menilai peningkatan keterampilan dan pengalaman kerja penting untuk mencegah bertambahnya angka pengangguran di kalangan anak muda.
Selain berbicara mengenai kesempatan kerja bagi generasi muda Bali, Tutik juga menyampaikan keprihatinannya terhadap bencana gempa bumi yang menimpa masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Saya menyampaikan rasa duka dan prihatin saya kepada saudara-saudara kita di NTT yang terkena musibah gempa bumi. Semoga beliau tabah dan kuat menghadapi semua ini, serta Tuhan selalu melindungi,” kata Tutik.
Menurut Tutik, momentum HUT Partai Demokrat dan peringatan Kemerdekaan RI juga harus menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan kerja sama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Tutik turut menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tutik menilai program tersebut sangat dibutuhkan, terutama bagi masyarakat di wilayah Indonesia timur, daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), serta daerah yang masih menghadapi persoalan stunting.
Namun, Tutik menekankan pentingnya tata kelola program MBG agar distribusinya benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Terkait anggaran pendidikan, Anggota Komisi IX DPR RI tersebut menegaskan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen sesuai amanat undang-undang tidak boleh diganggu.
Menurutnya, kebutuhan pembiayaan program MBG perlu disusun dengan tetap menjaga keberlangsungan fungsi pendidikan. Ia berharap pembiayaan MBG dapat disisir dari pos anggaran lain sehingga anggaran pendidikan tetap optimal.
Dengan demikian, Tutik mendorong agar momentum kemerdekaan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi momentum memperluas kesempatan generasi muda, memperkuat pembangunan sumber daya manusia, serta memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran. (ace).




