
Jbm.co.id-BADUNG | Tetada Kalimasada kembali menggelar International Convention 2026 di Bali sebagai momentum kebangkitan organisasi setelah vakum akibat pandemi COVID-19.
Kegiatan International Convention 2026 Tetada Kalimasada berlangsung di kawasan Sunset Road, Kuta, Badung, pada 18-19 Juli 2026.
Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai negara dengan fokus pada olahraga pernapasan, terapi fisik, dan pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.
Konvensi internasional tersebut menjadi ajang memperkuat jaringan anggota sekaligus memperkenalkan metode olahraga pernapasan khas Indonesia kepada dunia. Sebelumnya, kegiatan serupa telah berlangsung di Manila, Filipina, pada 2020, Kuching, Malaysia, pada 2024, serta Filipina pada 2025.
Penasehat Tetada Kalimasada, Made Mangku Pastika, menilai perkembangan organisasi yang kini telah menjangkau berbagai negara menjadi bukti bahwa warisan budaya Indonesia mampu diterima masyarakat internasional.
“Saya gembira melihat perkembangan yang begitu besar ya, bahkan sekarang worldwide, artinya tersebar di seluruh dunia. Karena ini warisan leluhur yang harus kita lestarikan, kita kembangkan, apalagi sekarang bisa diterima di seluruh dunia,” kata Mangku Pastika.
Mangku Pastika juga menegaskan bahwa nilai inklusivitas menjadi kekuatan utama organisasi tersebut.
“Kenapa kita berharap ini bisa berkembang dan optimis ? Karena ini adalah lintas bangsa, lintas negara, lintas agama, lintas ras, lintas kepercayaan. Oleh karena itu, saya sangat yakin apabila kita terus berpegang kepada pedoman itu, maka kita akan lebih lebar ke seluruh dunia dan bisa diterima di mana-mana,” tuturnya.
Sementara itu, International President Tetada Kalimasada, Dr. Ida Widyastuti, SpKK, SE., menekankan pentingnya memperkenalkan pencak silat kepada generasi muda agar tidak kehilangan identitas budaya bangsa.
“Sempat berhenti saat COVID, tapi sekarang Alhamdulillah kita mulai bangkit kembali. InI adalah International Convention pertama di Indonesia, kita adakan di Bali. Dan banyak yang semangat kembali untuk ikut kegiatan,” kata Dr. Ida.
Dr. Ida menegaskan bahwa pencak silat merupakan warisan leluhur Indonesia yang harus terus dijaga keberadaannya.
“Kita juga harus ingat bahwa keberadaan olahraga ini merupakan warisan leluhur Indonesia. Jadi jangan sampai dilupakan. Untuk itu, generasi muda juga harus mengenal tentang silat, makanya tadi ada performa tentang silat seni. Mereka harus tetap ingat bahwa silat adalah budaya bangsa Indonesia, bukan punya negara yang lain,” tegasnya.
Pendiri sekaligus Grandmaster Tetada Kalimasada, Ir. Eddy Surohadi, S.E., MH., menjelaskan bahwa konvensi ini bertujuan mengaktifkan kembali seluruh anggota di berbagai negara setelah aktivitas latihan dihentikan selama pandemi.
“Hari ini kita mengadakan International Convention mengundang anggota-anggota kita dari seluruh dunia, termasuk di seluruh Indonesia. Kita berusaha untuk mengaktifkan lagi mereka, di mana pada saat COVID kemarin kita minta mereka sebenarnya untuk berhenti, tidak latihan. Jadi sekarang kita mulai mengadakan lagi, mulai menggerakkan lagi, mengadakan konvensi-konvensi lagi. Dan tahun depan insya Allah kita di Suriname,” kata Eddy Surohadi.
Menurut Eddy, metode latihan Tetada Kalimasada menggabungkan kebugaran fisik dan ketenangan mental melalui latihan peregangan, teknik pernapasan, serta konsentrasi. Metode tersebut dinilai mudah dipelajari dan aman diterapkan oleh berbagai kalangan.
“Olahraga kita ini adalah olahraga pernapasan yang berasal dari leluhur kita bangsa Indonesia. Olahraga itu adalah keseimbangan antara physical fitness dan spiritual fitness. Jadi bagaimana kita bisa olahraga supaya badan kita sehat, pikiran kita juga tenang. Healthy body and healthy mind, itu semboyan kita,” terangnya.
Saat ini, jaringan Tetada Kalimasada telah berkembang di 27 negara. Organisasi tersebut berharap olahraga pernapasan warisan Indonesia semakin dikenal masyarakat dunia melalui para anggota dan instruktur yang tersebar di berbagai negara.
“Harapannya, saya ingin kita punya olahraga pernapasan yang dikenal di dunia. Sekarang kita sudah mempunyai anggota tersebar di 27 negara di dunia. Jadi kita harapkan mereka itu nanti menularkan kepada masyarakat yang lain di seluruh dunia. Di Indonesia juga cabang kita di mana-mana. Kita harapkan nanti olahraga kita dikenal karena prinsipnya sangat simpel, mudah latihannya, dan aman,” pungkasnya. (suksma).




