
Jbm.co.id-DENPASAR | Dewan Pengurus Daerah Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) bersama DPC PPAD dan Persatuan Istri Purnawirawan Angkatan Darat (PIPAD) Provinsi Bali menegaskan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama melalui kegiatan Simekrama dan Halalbihalal di Aula Kantor DPD PPAD, Jalan PB Sudirman G-21, Denpasar, Selasa, 14 April 2026.
Kegiatan ini mengusung tema kebersamaan lintas agama dengan menggabungkan tiga momentum besar, yakni Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, serta perayaan Paskah 2026.
Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang mempererat silaturahmi dan memperkuat kerukunan antaranggota PPAD dan PIPAD se-Bali di tengah keberagaman agama dan budaya.
Ketua DPD PPAD Provinsi Bali, Brigjen TNI (Purn) A. Agung Gede Suardhana menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar seremonial.
“Kegiatan Simekrama dan Halalbihalal, dalam rangka hari raya, Nyepi Tahun Baru Saka 1948, bersama Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, dan hari raya Paskah 2026, merupakan upacara keagamaan di isi dengan ritual keagamaan yaitu saling bersalaman dan maaf memaafkan” paparnya.
Ia menjelaskan, Nyepi dimaknai sebagai upaya menjaga keseimbangan alam, Idul Fitri sebagai momentum mempererat hubungan sosial melalui saling memaafkan, dan Paskah sebagai perayaan spiritual yang memperkuat kebersamaan melalui kegiatan keagamaan dan hiburan.
Selain itu, nilai-nilai sosial kemasyarakatan menjadi fondasi penting dalam menjalankan organisasi, tidak hanya bertumpu pada aspek finansial.
Menurutnya, ajaran Hindu yang menekankan keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan menjadi landasan penting dalam membangun kedamaian batin dan harmoni sosial.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengangkat filosofi penjor sebagai simbol Gunung Agung, yang melambangkan sumber kemakmuran dan kekuatan spiritual.
“Dari persatuan, kerukunan dan keakraban antar umat beragama kekuatan itu muncul, namun kekuatan tersebut bukan sekedar finansial dalam memperkuat kerukunan umat beragama khusus nya DPD PPAD Provinsi Bali,” pungkas A. Agung Gede Suardhana.
Kegiatan ini juga mendapat penguatan dari tokoh Bimbingan Mental (Bintal) lintas agama, yakni Hindu, Islam, dan Kristen, yang menyoroti pentingnya tradisi halal bihalal sebagai sarana memperkokoh toleransi di Bali.
Suasana acara berlangsung hangat dengan rangkaian kegiatan seperti saling bersalaman dan interaksi kekeluargaan yang semakin mempererat kebersamaan antaranggota PPAD dan PIPAD se-Bali.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ketua PIPAD DPD Provinsi Bali A. Agung Raka Winyaniati, Mayjen TNI (Purn) Alfred BH Rante Tandung, Brigjen TNI (Purn) Dr. Nengah Kasta, Kolonel TNI (Purn) Herimi Suro Sugiarto, serta Kolonel TNI (Purn) Nyoman Nandera bersama anggota dari seluruh kabupaten/kota di Bali. (red).



