BeritaDaerahKeagamaanPemerintahanPendidikanSosial

Setan Membenci Pernikahan, KH Mahmud: “Itu Ibadah Terpanjang dalam Hidup Manusia”

"Karena besarnya nilai ibadah dalam pernikahan, setan berupaya keras merusak keharmonisan rumah tangga"

Pacitan,JBM.co.id- Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, tetapi juga merupakan ibadah terpanjang dalam kehidupan manusia. Hal tersebut disampaikan oleh pendakwah yang juga menjabat sebagai Inspektur Inspektorat Pacitan, KH Mahmud.

Menurut KH Mahmud, setan sangat membenci pernikahan karena di dalamnya terdapat banyak nilai ibadah yang dilakukan secara terus-menerus sepanjang hayat.

“Puasa itu ibadah yang waktunya jelas, dari subuh hingga magrib. Salat juga hanya lima sampai sepuluh menit setiap kali dilaksanakan. Tetapi pernikahan adalah ibadah yang berlangsung seumur hidup, selama pasangan itu menjaga komitmen dan tanggung jawabnya,” ujar KH Mahmud, Rabu (18/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam kehidupan rumah tangga, setiap aktivitas dapat bernilai ibadah jika dilandasi niat yang benar. Mulai dari mencari nafkah, mendidik anak, melayani pasangan, hingga bersabar menghadapi ujian rumah tangga, semuanya dicatat sebagai amal kebaikan.

Menurutnya, karena besarnya nilai ibadah dalam pernikahan, setan berupaya keras merusak keharmonisan rumah tangga. Perselisihan kecil kerap dibesar-besarkan agar berujung pada pertengkaran, bahkan perceraian.

“Setan tidak akan berhenti menggoda. Ia senang jika rumah tangga retak. Maka pasangan suami istri harus saling menguatkan, memperbanyak komunikasi, dan selalu kembali kepada ajaran agama,” tambahnya.

KH Mahmud juga mengingatkan bahwa membangun rumah tangga membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan komitmen. Ia menekankan pentingnya menjadikan pernikahan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar memenuhi kebutuhan duniawi.

“Kalau niatnya ibadah, maka setiap lelah akan bernilai pahala. Di situlah letak kemuliaan pernikahan,” pungkasnya.

KH. Mahmud berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah kehidupan modern.(Red/yun) 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button