Ramadhan dan Tanggung Jawab pada Bumi: DLH Pacitan Ajak Masyarakat Hindari Mubazir Makanan
"Kebiasaan menyiapkan makanan secara berlebihan selama Ramadhan sering berujung pada meningkatnya sampah sisa makanan"

Pacitan,JBM.co.id-Bulan suci Ramadhan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah spiritual, tetapi juga saat yang tepat untuk merefleksikan kepedulian terhadap lingkungan. Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Lingkungan Hidup mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyiapkan makanan saat sahur maupun berbuka.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pacitan, Yudo Tri Kuncoro, mengatakan kebiasaan menyiapkan makanan secara berlebihan selama Ramadhan sering berujung pada meningkatnya sampah sisa makanan.
Menurutnya, semangat berbagi dan menyiapkan hidangan untuk keluarga memang baik, namun perlu dilakukan secara bijak agar tidak menimbulkan pemborosan.
“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk refleksi. Bukan hanya hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga tanggung jawab kita terhadap bumi dan lingkungan,” ujar Yudo, Jum’at (13/3/2026).
Ia menjelaskan, salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, yakni menyiapkan makanan secukupnya sesuai kebutuhan. Kebiasaan mengambil atau memasak makanan berlebihan berpotensi menghasilkan sampah makanan yang sebenarnya masih layak dikonsumsi.
Yudo menambahkan, sampah sisa makanan atau food waste menjadi salah satu penyumbang terbesar volume sampah rumah tangga. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak lingkungan, mulai dari bau tidak sedap hingga pencemaran.
Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum membangun kebiasaan konsumsi yang lebih bijak.
“Jangan menyediakan makanan berlebihan. Ambil dan masak secukupnya saja. Jika berlebihan, pada akhirnya hanya akan menjadi sampah sisa makanan dan itu termasuk mubazir,” jelasnya.
DLH Pacitan berharap kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah makanan dapat terus meningkat, tidak hanya selama Ramadhan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. (Red/yun).




