BeritaDaerahHukum dan KriminalPemerintahanPendidikan

Pesan Berantai Hibah Sepeda Motor untuk Guru di Pacitan Beredar, Dindik: Kami Belum Ada Info

Pacitan,JBM.co,id-Kabar mengenai program hibah sepeda motor bagi guru honorer dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) beredar luas melalui aplikasi percakapan WhatsApp di kalangan tenaga pendidik di Kabupaten Pacitan.

Pesan tersebut muncul di tengah isu rencana aksi mogok kerja tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang disebut-sebut akan berlangsung pada 9 September mendatang. Dalam pesan berantai itu, para guru non-ASN dan PPPK yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) diminta mengirimkan sejumlah data untuk diusulkan sebagai penerima hibah sepeda motor.

Pesan yang beredar tersebut berbunyi:

“Salam Saudaraku,
Mohon bantuannya untuk menyerap program hibah sepeda motor untuk guru honorer/PPK yang tercantum dan terdaftar di Dapodik.

Saudaraku dapat mengirimkan persyaratan:

KTP

Nomor Dapodik

Nama sekolah

Diusulkan paling lambat Jumat, 28 Agustus 2026.

NB: Lebih cepat lebih bagus, karena tidak ada toleransi waktu.”

Informasi itu disebut telah menyebar dari satu tenaga pendidik ke tenaga pendidik lainnya. Bahkan, kabar yang beredar menyebut pesan tersebut berasal dari jejaring tenaga pengawas sekolah.

Namun, kebenaran informasi mengenai program hibah tersebut hingga kini belum terkonfirmasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Pacitan, Rino Budi Santoso, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menyampaikan informasi sebagaimana isi pesan yang beredar tersebut.

“Dari kami belum ada info,” kata Rino singkat saat dikonfirmasi, Kamis (27/8).

Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah derasnya arus informasi yang beredar melalui grup-grup percakapan. Terlebih, pesan meminta data pribadi berupa KTP, nomor Dapodik, dan identitas sekolah, sehingga tenaga pendidik perlu berhati-hati sebelum menyerahkan data kepada pihak yang belum jelas kewenangannya.

Untuk sementara, informasi mengenai hibah sepeda motor bagi guru honorer dan PPPK di Pacitan belum dapat dinyatakan sebagai program resmi, setidaknya berdasarkan keterangan dari Bidang PTK Dinas Pendidikan Pacitan.

Para tenaga pendidik pun diimbau tidak tergesa-gesa mengirimkan dokumen atau data pribadi hanya karena adanya batas waktu yang dicantumkan dalam pesan berantai.

Informasi terkait program pemerintah semestinya dipastikan melalui saluran resmi instansi terkait, bukan semata-mata berdasarkan pesan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.

Di tengah situasi tersebut, kehati-hatian menjadi penting. Sebab, iming-iming bantuan yang disertai permintaan data pribadi dan desakan agar segera mengirimkan persyaratan dapat dengan mudah mendorong penerima pesan bertindak tanpa terlebih dahulu melakukan verifikasi.

Hingga berita ini ditulis, Dinas Pendidikan Pacitan belum membenarkan adanya program hibah sepeda motor tersebut.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button