BeritaDaerahEkonomiHukum dan KriminalPariwisataPemerintahanPendidikanPolitikSosialwisata

Menanti Kepastian di Balik Keindahan Goa Gong: Sengketa Lahan Masih Dikaji Pemkab Pacitan

"Meski isu tersebut ramai diperbincangkan publik, pemerintah setempat memilih bersikap hati-hati"

Pacitan,JBM.co.id-Keindahan Goa Gong yang selama ini menjadi kebanggaan Kabupaten Pacitan, kini tengah berada dalam bayang-bayang sengketa lahan. Meski isu tersebut ramai diperbincangkan publik, pemerintah setempat memilih bersikap hati-hati dengan menunggu hasil kajian lintas perangkat daerah.

Camat Punung, Pudji Haryono, menegaskan bahwa hingga saat ini pihak kecamatan belum dapat mengambil langkah lebih jauh. Proses kajian masih dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama sejumlah instansi terkait, mulai dari Dinas Pariwisata, Badan Keuangan Daerah, hingga Dinas PUPR.

“Untuk sementara, kami masih menunggu hasil kajian dari Pemkab bersama perangkat daerah terkait,” ujar Pudji, Senin (27/4/2026).

Di tengah derasnya arus informasi yang beredar di media sosial, Pudji menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika yang wajar. Ia juga mengakui bahwa setiap pihak memiliki hak untuk menyampaikan aspirasinya ke ruang publik.

Salah satu pihak yang bersengketa, Kateni, sebelumnya telah menyuarakan tuntutannya melalui aksi damai yang digelar pada 19 April 2026 di kawasan Goa Gong. Kateni, yang merupakan ahli waris almarhum Sukimin, menuntut kompensasi atas lahan seluas 3.569 meter persegi yang diklaim berada di atas kawasan wisata tersebut.

Nilai kompensasi yang diajukan pun tidak kecil, mencapai Rp20 miliar. Tuntutan itu didasari klaim bahwa lahan tersebut telah terabaikan selama lebih dari tiga dekade. Sebelum ada kepastian, ia juga mendesak agar operasional wisata di Goa Gong dihentikan sementara.

Dalam upaya memperjuangkan haknya, Kateni memberikan mandat pendampingan kepada Sutikno agar proses penyelesaian sengketa dapat berjalan lebih terarah.

Meski demikian, pemerintah berharap situasi tetap kondusif. Pudji mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga suasana damai di Pacitan.

“Yang terpenting, Pacitan tetap adem, ayem, dan kondusif. Aktivitas wisata harus tetap berjalan seperti biasa tanpa gangguan,” tegasnya.

Di balik gemerlap stalaktit dan stalagmit Goa Gong yang memikat wisatawan, kini terselip harapan akan penyelesaian yang adil dan bijak. Semua pihak pun menanti hasil kajian yang diharapkan mampu menjadi titik terang bagi sengketa yang telah lama mengendap ini. (Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button