BeritaDaerahLingkungan HidupPemerintahanPendidikanSosial

Gerakan Indonesia ASRI Resmi Digelorakan, Bupati Pacitan Tekankan Sinergi Total Wujudkan Daerah Aman, Sehat, Resik dan Indah

"Bupati menekankan bahwa Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar program kerja bakti rutin, melainkan gerakan kolektif yang memiliki dimensi keamanan lingkungan, kesehatan masyarakat, kebersihan terpadu, hingga penataan estetika wilayah"

Pacitan,JBM.co.id-Pemerintah Kabupaten Pacitan resmi mengakselerasi pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai gerakan terpadu lintas sektor yang melibatkan seluruh perangkat daerah, kecamatan, desa/kelurahan, dunia usaha hingga masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Bupati Pacitan, Indrata Nurbayuaji, yang disampaikan melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pacitan, Lutfhi Azza Azizah, saat rapat koordinasi pada Jumat (27/2/2026) malam.

Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar program kerja bakti rutin, melainkan gerakan kolektif yang memiliki dimensi keamanan lingkungan, kesehatan masyarakat, kebersihan terpadu, hingga penataan estetika wilayah.

“Gerakan Indonesia ASRI adalah komitmen bersama untuk membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan. Ini bukan kegiatan seremonial, tetapi gerakan perubahan perilaku dan tata kelola lingkungan yang terintegrasi,” tegas Bupati melalui Lutfhi Azza Azizah.

Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI di Pacitan merupakan tindak lanjut atas surat Menteri Lingkungan Hidup serta surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang pelaksanaan gerakan tersebut secara nasional. Sebagai respons cepat, Bupati Pacitan telah menerbitkan Surat Instruksi Bupati yang diperkuat dengan Surat Edaran Sekretaris Daerah.

Para camat diminta mengoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan gerakan di wilayah masing-masing serta memastikan partisipasi aktif desa/kelurahan, pelaku usaha, dan masyarakat.

Kabag Prokopin Lutfhi Azza Azizah saat mengikuti arahan bupati soal program ASRI.
Kabag Prokopin Lutfhi Azza Azizah saat mengikuti arahan bupati soal program ASRI.
Dalam rakor tersebut dijelaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI bertumpu pada empat pilar utama:

1. Aman
Fokus pada mitigasi risiko bencana, penerangan dan keamanan lingkungan, serta pengendalian limbah berbahaya.

2. Sehat
Penguatan sanitasi, pengelolaan air bersih, pengendalian pencemaran, serta pengaktifan kembali pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

3. Resik
Kerja bakti (korvei) rutin, optimalisasi pengelolaan sampah berbasis sumber, serta inspeksi kebersihan lingkungan kerja.

4. Indah
Penanaman pohon, penataan taman dan ruang publik, penertiban baliho/reklame tidak estetis, hingga dorongan peremajaan atap seng atau asbes menjadi material yang lebih layak dan ramah lingkungan.

Menurut Bupati, keempat pilar ini saling berkaitan dan harus dijalankan secara simultan.

“Keamanan tanpa kebersihan tidak cukup. Kebersihan tanpa kesehatan tidak optimal. Dan semuanya perlu ditopang estetika agar masyarakat merasa nyaman dan bangga terhadap lingkungannya,” imbuhnya.

Gerakan ini juga dilengkapi dengan jadwal pelaksanaan yang sistematis. Kerja bakti dilakukan minimal 30 menit sebelum memulai aktivitas kerja di masing-masing OPD. Selain itu, terdapat agenda mingguan seperti penanaman pohon di jalan protokol, resik kali, hingga bersih pantai yang dikoordinasikan oleh perangkat daerah terkait.

Setiap kegiatan diwajibkan dilaporkan melalui sistem pelaporan yang telah disiapkan, sebagai bentuk pengawasan dan evaluasi berkelanjutan.

Rakor semalam juga memetakan peran masing-masing OPD. Dinas Lingkungan Hidup akan memimpin korvei area publik dan program eco enzyme, eco label, serta eco blue. Dinas PUPR memperkuat sanitasi, drainase, optimalisasi sumber mata air, serta sistem peringatan dini banjir. Dinas Kesehatan melakukan verifikasi desa STBM dan survei kualitas air serta udara rumah tangga.

Sementara itu, Satpol PP bertugas menertibkan reklame dan menjaga ketertiban umum, Dinas Perhubungan mendukung pengaturan lalu lintas dan pemeliharaan PJU, serta BPBD memperkuat kesiapsiagaan dan desa tangguh bencana.

Bupati Pacitan menegaskan bahwa tujuan utama Gerakan Indonesia ASRI adalah membangun budaya baru dalam pengelolaan lingkungan.

“Kita ingin menjadikan ASRI sebagai karakter Pacitan. Aman dari risiko, sehat lingkungannya, bersih pengelolaannya, dan indah wajah kotanya. Jika ini berjalan konsisten, maka kualitas hidup masyarakat akan meningkat,” pungkasnya.

Melalui sinergi total antar perangkat daerah dan partisipasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pacitan optimistis Gerakan Indonesia ASRI mampu menjadi gerakan berkelanjutan yang membawa dampak nyata bagi pembangunan daerah.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button