BeritaDaerahKeagamaanPemerintahanPendidikanSosial

KH. Mahmud Ajak Masyarakat Amalkan Dzikir Al-Aziz 40 Kali Sehari untuk Kuatkan Mental dan Integritas

"Ketika kita membaca Ya Aziz sebanyak 40 kali setiap hari dengan penuh keyakinan, insyaAllah hati menjadi lebih kuat, tidak mudah goyah, serta terhindar dari sikap rendah diri dan ketergantungan berlebihan kepada manusia"

Pacitan, JBM.co.id– Inspektur Inspektorat Kabupaten Pacitan, KH Mahmud, mengajak masyarakat untuk membiasakan mengamalkan dzikir Al-Aziz sebanyak 40 kali setiap hari sebagai ikhtiar memperkuat mental, spiritualitas, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penjelasannya, KH Mahmud menyampaikan bahwa Al-Aziz merupakan salah satu Asmaul Husna yang memiliki makna “Yang Maha Perkasa” atau “Yang Maha Mulia.” Menurutnya, dengan rutin melafalkan dzikir tersebut, seseorang akan lebih menyadari kebesaran Allah SWT dan menumbuhkan rasa percaya diri yang dilandasi nilai-nilai keimanan.

“Ketika kita membaca Ya Aziz sebanyak 40 kali setiap hari dengan penuh keyakinan, insyaAllah hati menjadi lebih kuat, tidak mudah goyah, serta terhindar dari sikap rendah diri dan ketergantungan berlebihan kepada manusia,” ujar KH Mahmud, Sabtu (14/2/2026).

Ia menjelaskan, angka 40 dalam tradisi spiritual Islam kerap dimaknai sebagai bentuk kesungguhan dan konsistensi dalam beribadah. Dzikir yang dilakukan secara istiqamah, kata dia, bukan hanya berdampak pada ketenangan batin, tetapi juga pada pembentukan karakter yang tangguh dan berintegritas.

Sebagai pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan, KH Mahmud menilai penguatan spiritual sangat penting, terutama bagi aparatur sipil negara. Menurutnya, integritas dan keteguhan dalam menjalankan amanah dapat diperkuat melalui kedekatan kepada Allah SWT.

“Inspektorat memiliki tugas menjaga akuntabilitas dan transparansi. Spiritualitas yang kuat akan menjadi benteng moral agar kita tetap lurus dalam menjalankan tanggung jawab,” tambahnya.

KH Mahmud juga mengingatkan agar dzikir tidak hanya menjadi rutinitas lisan, melainkan diiringi dengan pemahaman makna serta implementasi dalam sikap dan tindakan. Dengan begitu, nilai kemuliaan dan keteguhan yang terkandung dalam Asmaul Husna Al-Aziz dapat tercermin dalam kehidupan sosial maupun profesional.

Ia berharap kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi gerakan positif di tengah masyarakat Pacitan, khususnya dalam membangun pribadi yang kuat, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button