BeritaDaerahPariwisataPemerintahanPendidikanPolitikSeni BudayaSosial

Kesederhanaan Untuk Menyelaraskan Rasa. ASB “Los Ra Rewel’ Melangkah Tanpa Batas

"Rasa adalah jembatan paling jujur antara pemimpin dan rakyat. Ketika rasa dipadukan, keluhan tak lagi sekadar data, dan aspirasi tak berhenti sebagai catatan"

Pacitan,JBM.co.id-Di jalan-jalan sempit yang membelah perbukitan dan hamparan sawah, Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi melangkah tanpa jarak. Tak ada sekat protokoler, tak pula bahasa kekuasaan. Yang ia bawa hanyalah satu bekal sederhana, “menyelaraskan rasa”.

Bagi politikus Partai Demokrat yang akrab disapa ASB itu, blusukan ke pelosok desa bukan agenda pencitraan, melainkan perjalanan batin.

Di sanalah ia belajar memahami kehidupan dari sudut paling jujur, dari cerita petani yang mengeluh pupuk, ibu rumah tangga yang cemas harga kebutuhan pokok, hingga pemuda desa yang menyimpan harapan di tengah keterbatasan.

ASB meyakini, rasa adalah jembatan paling jujur antara pemimpin dan rakyat. Ketika rasa dipadukan, keluhan tak lagi sekadar data, dan aspirasi tak berhenti sebagai catatan.

Semuanya menjelma pengalaman yang dirasakan langsung. Duduk bersila di lantai rumah warga, menyeruput kopi pahit, atau sekadar mendengar cerita dengan senyum tipis, menjadi cara ASB membaca denyut kehidupan masyarakat bawah.

“Kalau ingin paham rakyat, jangan hanya mendengar laporan. Datanglah, rasakan, dan diam sejenak,” begitu prinsip yang kerap ASB pegang.

Dari keheningan itulah, menurutnya, muncul pemahaman paling mendasar tentang apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Pendekatan ini pula yang membentuk gaya kepemimpinan ASB di parlemen daerah. Setiap kebijakan yang diperjuangkan, ia upayakan berangkat dari realitas lapangan, bukan sekadar angka di atas kertas. Baginya, politik sejatinya adalah seni merawat empati, bukan adu wacana.

Di Pacitan, langkah-langkah kecil ASB menyusuri desa mungkin tak selalu ramai diberitakan. Namun dari situlah, harmoni antara wakil rakyat dan masyarakat perlahan dirajut. Sebab bagi ASB, menyelaraskan rasa bukan hanya cara memahami rakyat, melainkan jalan untuk memastikan bahwa kekuasaan tetap berpihak pada kemanusiaan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button