Isu Kelangkaan Gas Melon di Pacitan Disorot, Polisi Imbau Publik Tak Mudah Terprovokasi
"Pentingnya peran semua pihak, termasuk masyarakat dan media, dalam menjaga stabilitas informasi agar tidak memicu keresahan"

Pacitan, JBM.co.id– Kepolisian Resor (Polres) Pacitan menegaskan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif di tengah beredarnya isu kelangkaan gas elpiji bersubsidi atau yang dikenal sebagai gas melon di wilayah Pacitan.
Kasat Reskrim Polres Pacitan, AKP Choirul Maskanan, mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa melalui proses verifikasi yang jelas. Menurutnya, setiap informasi yang akan disebarluaskan ke ruang publik harus terlebih dahulu difilter dan diklarifikasi kebenarannya.
Ia mencontohkan kabar yang sempat beredar pada malam sebelumnya terkait dugaan adanya dua truk yang mengangkut gas melon secara mencurigakan. Setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan, informasi tersebut dinyatakan tidak sepenuhnya benar.
“Saya mendampingi Pak Kapolres langsung melakukan pengecekan. Memang ada aktivitas pengangkutan elpiji, tetapi yang dibawa bukan gas bersubsidi. Melainkan elpiji non-subsidi ukuran 5,5 kilogram hingga 12 kilogram atau yang dikenal dengan gas warna pink,” jelasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Disdagnaker, Pertamina, Hiswana Migas, serta insan media pada Rabu (18/3/2026).
Choirul menekankan pentingnya peran semua pihak, termasuk masyarakat dan media, dalam menjaga stabilitas informasi agar tidak memicu keresahan. Ia pun mengingatkan agar budaya cek dan ricek terus dikedepankan sebelum menyebarkan informasi.
“Jangan sampai informasi yang belum tentu benar justru menimbulkan kepanikan di masyarakat,” tegasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat Pacitan dapat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi, sekaligus bersama-sama menjaga kondusivitas daerah.(Red/yun).




