BaliBeritaDaerahJembranaLalu LintasPemerintahan

Gubernur Koster Minta Maaf atas Macet Gilimanuk, Antisipasi Sudah Dilakukan Sejak Awal Bersama Forkopimda

Jbm.co.id-JEMBRANA | Kemacetan panjang yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, saat arus mudik Hari Raya Idul Fitri menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Kondisi ini diperparah karena beririsan dengan perayaan Hari Suci Nyepi, sehingga volume kendaraan meningkat signifikan dalam waktu bersamaan.

Gubernur Bali, Wayan Koster bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat antrean panjang menuju pelabuhan.

Menurut Gubernur Koster, pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak awal untuk mengurangi potensi kemacetan. Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Polda Bali, Pangdam IX/Udayana, serta Dinas Perhubungan.

Dalam tindak lanjut rapat koordinasi tersebut, aparat kepolisian membentuk sejumlah posko pengaturan lalu lintas di sepanjang jalur Gilimanuk-Mengwi guna mengurai kepadatan kendaraan. Selain itu, pihak penyeberangan juga turut mengambil langkah strategis.

Gubernur Koster menjelaskan, operator penyeberangan ASDP Indonesia Ferry di bawah Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah menambah jumlah kapal dari Gilimanuk menuju Ketapang untuk mengakomodasi lonjakan kendaraan.

“Atas terjadinya kemacetan yang panjang ke arah pelabuhan Gilimanuk akibat lamanya antrean penyeberangan Gilimanuk ke Ketapang, saya sebagai Gubernur Bali memohon maaf atas kondisi ini,” kata Gubernur  Koster.

Gubernur Koster juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kritik dan saran yang diberikan. Menurutnya, masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah dalam meningkatkan pelayanan ke depan.

“Kritik dan saran ini akan kami pakai sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” kata Gubernur Koster.

Diketahui, lonjakan arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk terjadi menjelang perayaan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026 yang berdekatan dengan Idul Fitri pada 21–22 Maret 2026. Tingginya mobilitas masyarakat dalam periode tersebut menyebabkan kepadatan terpusat di jalur utama penyeberangan Bali-Jawa. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button