Gung Cok Pantau 5 SPBU di Denpasar: Antrean BBM Mulai Terurai dan Lancar Apresiasi Langkah Gubernur Koster Atasi Krisis BBM

Jbm.co.id-DENPASAR | Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka alias Gung Cok turun langsung memantau kondisi SPBU di Denpasar, Minggu (18/10/2026).
Untuk itu, Gung Cok mengapresiasi langkah Gubernur Bali Wayan Koster dalam mengurai antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Hasil pemantauan di lima SPBU di Denpasar pada Minggu pagi (18/10/2026) menunjukkan antrean mulai terurai, lancar dan kepadatan kendaraan berangsur berkurang.
Saat itu, Gung Cok turun langsung memantau kondisi SPBU di kawasan Nangka Utara, Gatot Subroto Tengah, Ubung, Teuku Umar, dan Teuku Umar Barat.
Dari lima lokasi tersebut, Gung Cok melihat arus kendaraan relatif lengang, sementara jumlah sepeda motor yang mengantre tidak lagi sebanyak pada hari-hari sebelumnya.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur atas langkah-langkah dan solusi untuk mengurai antrean yang terjadi di beberapa SPBU. Dari lima SPBU yang saya pantau pagi ini, kondisinya sudah lancar,” kata Gung Cok.
Menurutnya, langkah Pemerintah Provinsi Bali mulai menunjukkan hasil positif. Gung Cok berharap upaya tersebut mendapat dukungan masyarakat agar kondisi SPBU tetap terkendali dan antrean panjang tidak kembali terjadi.
Distribusi Disebut Normal, Warga Masih Khawatir
Meski antrean mulai terurai, Gung Cok mengungkapkan bahwa dirinya sempat berbincang dengan sejumlah pegawai SPBU yang dikenalnya. Dari percakapan itu, Gung Cok mendapat informasi bahwa distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke SPBU di Bali disebut telah kembali normal.
Informasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai penyebab antrean panjang yang sebelumnya terjadi di sejumlah lokasi. Jika distribusi sudah kembali normal, mengapa masyarakat masih berbondong-bondong mengisi BBM?
Gung Cok menduga kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM menjadi salah satu faktor yang memengaruhi situasi tersebut. Ketakutan kehabisan bahan bakar membuat sebagian warga membeli lebih banyak dari kebutuhan biasanya, bahkan menyimpan cadangan untuk konsumsi pribadi.
Gung Cok memahami kekhawatiran masyarakat setelah situasi pasokan BBM sempat menimbulkan ketidakpastian. Namun, ia mengingatkan agar warga tetap membeli sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.
“Saya tidak menyalahkan masyarakat karena mungkin mereka paranoid atau takut kehabisan BBM. Tetapi, jangan sampai ketakutan itu membuat orang membeli berlebihan dan menyimpan cadangan terlalu banyak,” tegasnya.
Menurut Gung Cok, pembelian berlebihan berpotensi meningkatkan tekanan permintaan di SPBU dan menyulitkan masyarakat lain memperoleh BBM sesuai kebutuhan.
Apresiasi Penindakan Dugaan Penimbunan BBM
Selain menghimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan, Gung Cok mengapresiasi langkah Polda Bali dalam menindak dugaan penimbunan dan penjualan BBM secara ilegal di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Badung.
Gung Cok menilai penegakan hukum penting untuk mencegah pihak-pihak tertentu memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.
Menurutnya, penyelesaian persoalan BBM tidak cukup hanya dengan mengurai antrean kendaraan. Pengawasan distribusi, penjualan, dan potensi penyimpangan di lapangan juga harus diperkuat agar pasokan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Langkah mengurai antrean sudah bagus dan patut diapresiasi. Namun, distribusinya juga harus tetap normal. Jangan sampai antrean terlihat lancar, tetapi pasokan di SPBU justru tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat Diminta Dukung Kebijakan Pemerintah
Gung Cok menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan pemerintah membutuhkan dukungan dan kerja sama masyarakat.
Oleh karena itu, Gung Cok mengajak warga Bali tetap tenang, membeli BBM secara wajar, serta tidak mudah terpancing kekhawatiran yang berpotensi memperburuk keadaan.
Gung Cok berharap kondisi antrean yang mulai terurai dapat dipertahankan sehingga tidak kembali memicu kemacetan, mengganggu aktivitas warga, maupun menghambat mobilitas masyarakat.
“Apapun program pemerintah, tanpa kerja sama masyarakat, program itu tidak akan berjalan maksimal. Karena itu, saya mohon masyarakat ikut mendukung solusi yang sudah diberikan oleh Pak Gubernur,” kata Gung Cok.
Koordinasi dengan Pertamina Perlu Diperkuat
Lebih lanjut, Gung Cok menilai komunikasi yang telah dibangun Gubernur Bali dengan Pertamina, baik di tingkat daerah maupun pusat, perlu terus dipertahankan dan diperkuat.
Gung Cok memahami distribusi BBM bukan semata-mata menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Namun, menurutnya, koordinasi lintas instansi diperlukan agar persoalan yang berdampak luas terhadap masyarakat Bali mendapatkan penanganan serius.
Gung Cok berharap komunikasi antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pertamina berlangsung secara berkelanjutan sehingga potensi gangguan pasokan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, Gung Cok menyatakan dukungannya terhadap upaya koordinasi tersebut demi menjaga ketersediaan BBM dan kelancaran aktivitas masyarakat.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur. Kami berharap komunikasi yang baik dengan Pertamina daerah maupun pusat terus terjalin, sehingga pasokan BBM untuk Bali tetap aman dan persoalan seperti ini tidak kembali terulang,” kata Gung Cok.
Gung Cok berharap kondisi SPBU yang mulai lancar pada Minggu pagi menjadi momentum untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap ketersediaan BBM di Bali.
Menurutnya, langkah pemerintah, kelancaran distribusi, pengawasan terhadap penyimpangan, dan kedisiplinan masyarakat harus berjalan beriringan, agar situasi benar-benar kembali normal.
Pewarta: Ivan
Editor: Putu Wiguna




