BaliBeritaDaerahEkonomiPariwisataPemerintahan

Gubernur Koster Pasang Prinsip Buat Bali: Tumbuh Tanpa Korbankan Alam Sumbang Hampir 55 Persen Devisa Pariwisata Nasional

Jbm.co.id-BADUNG | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan seluruh aspek pembangunan di Bali harus ramah lingkungan, berkelanjutan, serta mampu tumbuh bersama tanpa mengorbankan satu sama lain.

Menurutnya, pembangunan Bali harus berlandaskan prinsip kehidupan yang saling menghidupi dan tidak boleh berkembang dengan cara mematikan sektor lainnya.

Hal itu disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster di hadapan para peserta Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 di Hotel Westin, Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (10/9/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Kementerian PPN/Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohamad Jumhur Hidayat, serta Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq.

“Semua aspek yang dibangun di Bali harus ramah lingkungan, harus saling menghidupi, harus saling menguripi dan tidak boleh ada yang mengorbankan satu sama lain. Selain itu, tidak boleh tumbuh sendiri dengan mematikan yang lain, namun harus sama-sama bisa survive dimana hidup yang menghidupi, urip yang menguripi,” kata Gubernur Koster.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mengatakan prinsip pembangunan Bali bertumpu pada keharmonisan antara manusia dan alam. Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam kebijakan pembangunan daerah dengan tetap berangkat dari kearifan lokal Bali.

“Hidup harus harmonis dengan alam. Itulah ajaran leluhur kami di Bali. Inilah yang kami jadikan konsep teknokratis pembangunan Bali agar Bali ini terjaga dengan baik untuk generasi penerus,” kata Gubernur Koster yang disambut aplaus para peserta dalam ajang penghargaan ENSIA 2026 ini.

Lebih jauh, Gubernur Bali dua periode tersebut menyampaikan visi pembangunan Bali melalui Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam kerangka Bali Era Baru.

Menurutnya, konsep tersebut pada intinya diarahkan untuk mewujudkan alam yang bersih, sehat dan berkualitas sehingga kehidupan di Bali dapat berlangsung secara harmonis.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Sucofindo dan semua pihak yang terlibat yang menyelenggarakan acara di Bali sehingga UMKM di Bali makin bertumbuh dan hunian hotel semakin meningkat. Hal ini sebagai suatu upaya bersama untuk meningkatkan intensitas gerakan kita bersama untuk terus mempromosikan gerakan ramah lingkungan yang sangat cocok di Bali,” terangnya.

Gubernur Koster menegaskan lingkungan yang bersih menjadi salah satu fondasi untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sehat. Karena itu, Bali saat ini terus mendorong pola pembangunan ramah lingkungan dan berkelanjutan sesuai dengan rancangan Haluan Bali untuk 100 tahun ke depan, 2025-2125.

“Di Bali ini, izin bapak menteri kami sedang menggencarkan sesuai dengan pola hidup bersih dan ramah lingkungan, harus menerapkan energi bersih dari hulu sampai hilir yang diatur dengan Perda dan Pergub. Astungkara beberapa minggu lalu Bapak Presiden berkenan meresmikan dimulainya program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW dan Bali diberikan quota 1000 MW,” ungkap Gubernur Bali jebolan ITB Bandung tersebut.

Sesuai arahan Presiden Prabowo, Gubernur Koster menyebut Bali harus mempercepat pengembangan energi bersih, khususnya PLTS.

“Jadi, kami berterima kasih sekali kepada Bapak Presiden karena Bali didorong dengan energi bersih,” kata Gubernur Koster.

Gubernur Koster menjelaskan pengembangan energi bersih bukan semata untuk memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dengan lingkungan yang terjaga, Bali diharapkan tetap menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia.

“Selain menjaga budaya, ekosistem lingkungan nya harus bagus,” terang Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Pariwisata Bali Sumbang Devisa Besar

Ditengah berbagai persoalan yang dihadapi Bali, mulai dari kemacetan hingga sampah, Koster menyebut sektor pariwisata tetap memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Ia mengungkapkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada 2025 mencapai 7.050.000 orang. Jumlah tersebut disebut mencapai 45,8 persen dari total wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

Gubernur Koster juga memaparkan berdasarkan perhitungan bersama BPS, tingkat pengeluaran wisatawan asing selama berada di Bali pada 2025 mencapai sekitar 1.522,44 dolar AS per wisatawan.

Dengan asumsi jumlah kunjungan 7.050.000 wisatawan, kurs Rp16.500 per dolar AS, Koster menyebut devisa pariwisata Bali mencapai sekitar Rp176 triliun atau 55 persen dari devisa pariwisata nasional.

“Jadi, Bali ini luar biasa, pulaunya kecil, orangnya sedikit tapi memberi manfaat banyak orang di Indonesia,” terang Gubernur Koster yang disambut tepuk tangan para menteri dan seluruh peserta yang hadir.

Besarnya kontribusi pariwisata tersebut, lanjut Koster, turut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Bali. Pada 2025, ekonomi Bali tumbuh 5,82 persen atau berada di peringkat kelima secara nasional.

Sementara tingkat kemiskinan Bali tercatat 3,42 persen, tingkat pengangguran 1,45 persen, dan pendapatan per kapita mencapai sekitar Rp72 juta per tahun.

Oleh karena itu, Gubernur Koster menilai Bali harus dijaga secara serius agar tetap mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mempertahankan kualitas lingkungan dan budayanya.

“Bali ini memang harus dijaga baik-baik, kalau tidak maka akan kehilangan nilai ekonomi yang sangat besar. Tugas kami di Bali adalah agar Bali semakin terjaga, berkualitas dan berdaya saing karena kompetisi kedepannya akan semakin ketat. Kami di Bali ini bergerak dengan basis kearifan lokal diantaranya adalah membangun budaya identitasnya yang terjaga,” pungkasnya.

Reporter: Ace Wiguna

Redaktur: Putu Wiguna

Sumber: Rilis Pemprov Bali

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button