
Jbm.co.id-DENPASAR | Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengamankan seluruh rangkaian kegiatan Dharma Santi Nasional 2026 di Bali.
Komitmen itu disampaikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, saat menerima audiensi panitia Dharma Santi Nasional di ruang tamu Pangdam, Jumat, 20 Pebruari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyatakan dukungan penuh terhadap agenda keagamaan nasional serangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948.
Ia memastikan koordinasi pengamanan akan dilakukan secara maksimal demi menjamin kelancaran dan keamanan seluruh kegiatan.
Selain puncak acara, Pangdam juga menyambut baik rangkaian kegiatan pendahuluan yang akan digelar sebelum Dharma Santi Nasional. Rencananya, puncak acara akan berlangsung di Taman Budaya-Art Center Denpasar pada 17 April 2026.
Pangdam menyebut bahwa Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya sebelumnya telah menyampaikan rencana pelaksanaan Dharma Santi Nasional, meski saat itu jadwalnya belum dipastikan.
Apresiasi Toleransi dan Budaya Bali
Dalam kesempatan itu, Pangdam mengaku kagum terhadap semangat toleransi dan gotong royong masyarakat Bali. Ia menilai Pulau Dewata memiliki kekhasan dalam menjaga tradisi, seni budaya, serta kehidupan spiritual yang selaras dengan sektor pariwisata.
Pangdam juga terus berkoordinasi dengan Wayan Koster terkait dukungan terhadap kegiatan nasional tersebut. Menurutnya, Bali tidak bisa dilepaskan dari seni budaya dan pariwisata yang tumbuh berdampingan dengan aktivitas keagamaan masyarakatnya.
Rangkaian Makerti Ayuning Danu dan Seminar Nasional
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Dharma Santi Nasional 2026 Marsda TNI (Purn.) I Made Susila Adnyana menjelaskan, sebelum puncak acara akan digelar upacara Makerti Ayuning Danu di Danau Batur, Kintamani, Bangli, serta Danau Beratan, Baturiti, Tabanan, Minggu, 9 Maret 2026.
Kegiatan tersebut diisi dengan mapekelem dan penebaran bibit ikan sesuai habitat setempat sebagai bentuk pelestarian lingkungan dan spiritualitas. Selain itu, Seminar Nasional yang melibatkan KMHDI akan digelar di Auditorium Universitas Hindu Indonesia, Senin, 6 April 2026.
Pada puncak acara Dharma Santi Nasional 17 April 2026 mendatang, panitia berencana mengundang Prabowo Subianto.
“Untuk itu kami mohon bantuan untuk pengamanan demi suksesnya acara penting tersebut,” tegas Made Susila Adnyana didampingi Wakil Ketua Umum Panitia I Nyoman Kenak, Sekum Panitia I Made Sunarsa, S.E., M.E., serta Ida Bagus Wiana.
Tema Nasional Usung Persatuan
Dharma Santi Nasional 2026 mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”, yang merepresentasikan pandangan universal tentang persatuan umat manusia dalam satu tatanan kehidupan bersama.
Dalam perspektif kebangsaan, gagasan tersebut sejalan dengan prinsip kebhinekaan dan persatuan nasional, sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan inklusif dalam membangun harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Sebagai tuan rumah, Bali kembali dipercaya menyelenggarakan momentum nasional ini dengan dukungan penuh unsur TNI, pemerintah daerah, serta panitia pusat demi suksesnya perayaan Dharma Santi Nasional 2026. (red).




