Gubernur Koster Tegaskan Jaga Kesucian Kebut Restorasi 30 Pura di Besakih Target Rampung November 2026

Jbm.co.id-KARANGASEM | Penataan kawasan suci Besakih di Kabupaten Karangasem memasuki tahap kedua dengan fokus pada restorasi bangunan pura.
Setelah tahap pertama merampungkan infrastruktur penunjang, kini Pemerintah Provinsi Bali mengarahkan perhatian pada pemulihan kawasan Parahyangan sebagai pusat spiritual utama Pulau Dewata.
Gubernur Bali, Wayan Koster, secara resmi memulai program restorasi melalui prosesi groundbreaking yang dirangkaikan dengan upacara ngeruwak dan mulang dasar di Pura Banua Kawan, bertepatan dengan Purnama Jiyestha, Jumat, 1 Mei 2026.
Dalam pidatonya, Gubernur Koster menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk komitmen menjaga kesucian Pura Agung Besakih sebagai pusat spiritual dan kosmologi Bali.
“Besakih adalah pusat spiritual dan sumber taksu Bali, bahkan memiliki makna bagi dunia. Karena itu, penataan ini harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran spiritual,” ujarnya.
Sebanyak 30 bangunan pura ditargetkan direstorasi pada tahap kedua ini. Rinciannya, 26 pelinggih utama berada di kawasan Pura Agung Besakih, sementara empat lainnya merupakan pura pesemeton yang juga memiliki nilai sakral tinggi.
Gubernur Koster menekankan bahwa pendekatan yang digunakan adalah restorasi, bukan rehabilitasi. Artinya, bangunan akan dikembalikan ke bentuk arsitektur asli dengan material tradisional yang seragam dan berkualitas, seperti kayu dan atap ijuk.
“Kalau kayu, ya pakai kayu. Kalau ukiran, harus sesuai dengan karakter masing-masing pelinggih. Ini bukan restorasi biasa, ini menyangkut harmoni,” tegasnya.
Menanggapi berbagai kritik di media sosial, Koster memastikan bahwa seluruh proses telah melalui konsultasi dengan sulinggih dan bendesa adat setempat.
“Saya tidak bekerja sendiri. Semua dibahas dengan yang memahami Besakih. Kalau ada yang menilai sembarangan, biarlah Ida Betara yang menilai,” ujarnya.
Dari sisi pendanaan, proyek ini mendapat dukungan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp203 miliar dari Pemerintah Kabupaten Badung. Gubernur Koster menyebut kontribusi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan spiritual Bali.
“Jangan berpikir Bali itu milik satu daerah. Ini anugerah bersama. Kalau Besakih terjaga, seluruh Bali akan merasakan manfaatnya,” kata Gubernur Koster.
Restorasi mencakup berbagai pura penting dalam struktur kosmologi Besakih, mulai dari kawasan Catur Lokapala seperti Pura Gelap, Pura Kiduling Kreteg, Pura Ulun Kulkul, dan Pura Batu Madeg, hingga Pura Catur Lawa dan Kahyangan Jagat lainnya.
Sebelumnya, tahap pertama penataan dengan anggaran Rp911 miliar telah menata area luar seperti parkir dan fasilitas umum. Kini, fokus diarahkan pada inti spiritual kawasan.
Secara historis, Besakih telah menjadi pusat pemujaan umat Hindu Bali sejak abad ke-8 dan berkaitan dengan perjalanan spiritual Dang Hyang Markandeya. Kompleks ini juga mencerminkan filosofi Tri Hita Karana yang menjadi dasar pembangunan Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Pemerintah menargetkan seluruh proses restorasi rampung pada November 2026. Penataan ini diharapkan mampu menjaga kesucian kawasan sekaligus memberikan kenyamanan bagi umat Hindu dari Bali, Indonesia hingga mancanegara yang datang untuk tangkil dan bersembahyang. (red).



