Bencana AlamBeritaDaerahLingkungan HidupPemerintahanPolriSosial

Hujan Deras Picu Longsor di Bandar Pacitan, Empat Rumah Warga Terdampak

"Kepolisian bersama pemerintah desa setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan koordinasi"

Pacitan,JBM.co.id-Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, pada Kamis (30/4/2026) sore, memicu terjadinya bencana tanah longsor yang menimpa sejumlah rumah warga di Desa Petung Sinarang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, setelah hujan lebat turun sejak pukul 16.00 WIB. Kondisi tanah yang labil dan berada di kawasan perbukitan menjadi faktor utama terjadinya longsor yang mengakibatkan kerusakan pada beberapa bagian rumah warga.

Sedikitnya empat rumah dilaporkan terdampak dalam kejadian ini. Rumah milik Katimin di RT 01/RW 01 Dusun Krajan mengalami kerusakan pada bagian dapur dengan estimasi kerugian sekitar Rp5 juta. Kerusakan serupa juga dialami rumah Mardi di lokasi yang sama, dengan nilai kerugian ditaksir Rp5 juta.

Sementara itu, rumah Turmudi di RT 02/RW 01 Dusun Krajan mengalami kerusakan pada bagian dapur belakang dengan kerugian sekitar Rp3 juta. Di Dusun Pager Gunung, rumah Wagiono turut terdampak, di mana bagian teras depan rumahnya tertimbun longsoran dengan estimasi kerugian Rp3 juta.

Kapolsek Bandar, AKP Agus Budiono, mengatakan, bahwa pihak kepolisian bersama pemerintah desa setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan koordinasi. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

“Faktor utama kejadian ini adalah curah hujan tinggi yang menyebabkan tanah menjadi labil dan longsor hingga mengenai bangunan rumah warga,” jelasnya, Jum’at 1/5/2026).

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, aparat terus mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan longsor agar selalu siaga dan segera melapor jika terdapat tanda-tanda pergerakan tanah.

Upaya penanganan dan pemantauan situasi masih terus dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button