Belanja & Berdaya: Sira Village Perkuat Visi KEK Kura Kura Bali Buka Ruang Kolaborasi Komunitas, Wellness hingga Aksi Sosial

Jbm.co.id-DENPASAR | KEK Kura Kura Bali terus mengembangkan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga membuka ruang bagi aktivitas komunitas dan kegiatan sosial.
Untuk itu, Sira Village Grand Outlet Bali mewujudkan destinasi outlet shopping pertama di Bali yang berada di kawasan KEK Kura Kura Bali.
Sejak soft opening pada 31 Juli 2026, Sira Village mulai memperluas aktivitasnya dengan menjadi ruang berbagai kegiatan komunitas, mulai dari sesi lari, pilates hingga fashion show.

Langkah tersebut sejalan dengan salah satu pilar pengembangan kawasan, yakni Longevity, yang menitikberatkan pada terciptanya ekosistem yang mendukung kesehatan fisik dan mental sekaligus kualitas hidup dalam jangka panjang.
Salah satu kegiatan yang digelar yakni Pilates for Charity pada agenda Sunset Mandala Sira Village. Kegiatan tersebut digagas Kelas Rawat Diri, sebuah inisiatif kelas kebugaran dan pengembangan diri perempuan yang berbasis di Bali dan Kendari.
Sekitar 46 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Selain berolahraga dan menjaga kebugaran, peserta juga diajak berkontribusi dalam aksi sosial melalui tiket kegiatan seharga Rp75.000.
Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali, Tantowi Yahya mengatakan sejak awal Sira Village tidak hanya dirancang sebagai pusat perbelanjaan, tetapi juga sebagai ruang yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Sira Village dirancang sejak awal bukan sekadar sebagai pusat perbelanjaan bertaraf global, melainkan sebagai ruang hidup yang membawa manfaat. Kami ingin kawasan ini menjadi wadah bertemunya berbagai inisiatif baik,” kata Tantowi Yahya.

Tantowi Yahya melanjutkan penyediaan ruang bagi komunitas, termasuk mendukung penuh gerakan ‘Pilates for Charity’ ini, adalah wujud komitmen, untuk memastikan bahwa kehadiran Sira Village di KEK Kura Kura Bali dapat memberikan nilai tambah, merayakan inklusivitas, dan menjadi tempat di mana kepedulian sosial dapat tumbuh bersama pengalaman gaya hidup.
Sementara itu, Co-founder Kelas Rawat Diri, Maryni Manga atau Rini, menjelaskan kegiatan Pilates for Charity berawal dari kepedulian terhadap kondisi fasilitas kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascabencana gempa.
Rini mengaku tergerak setelah melihat video yang memperlihatkan pelaksanaan operasi medis di dalam tenda akibat keterbatasan fasilitas kesehatan.
“Video dari Rumah Sakit Aeramo di Nagekeo itu sangat menggugah tim kami. Kami merasa tidak perlu harus berangkat ke sana jika kami bisa berbuat sesuatu dari sini. Kami mengadakan kelas Pilates di mana 100% hasil penjualan tiket dan donasi disumbangkan sepenuhnya. Kita disambut baik oleh Sira Village, benar-benar tidak ada yang ribet untuk pengurusan ini,” ungkap Rini.
Dana yang terkumpul kemudian disalurkan dalam bentuk sejumlah perlengkapan medis untuk fasilitas kesehatan yang membutuhkan di NTT.
“Kami telah membelikan perlengkapan medis seperti nebulizer untuk Puskesmas Tuanggeo, alat tes glukosa untuk Rumah Sakit Ruteng, serta pompa ASI, kantong ASI, dan bedong bayi untuk RSUD Aeramo,” tambahnya.
Kegiatan tersebut juga melibatkan kolaborasi berbagai komunitas di Bali. Kelas Rawat Diri menggandeng pelatih sukarelawan, tempat perawatan kecantikan hingga tenant yang berada di Sira Village.
Menurut Rini, keberadaan ruang yang disediakan Sira Village membuka peluang bagi komunitas untuk menggelar kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
”Ini sebenernya kayak mall Sira Village di KEK Kura Kura Bali ini kayak membuka pintu bagi kegiatan-kegiatan yang bermanfaat sebenarnya. Karena mereka menyediakan semacam space untuk kita komunitas ya, bisa disebut kita gabungan dari komunitas-komunitas yang ada di Bali. Bahkan tenant-tenant yang ada di Sira Village sendiri untuk bisa gabung dengan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat sebenarnya untuk pengunjung,” ujar Rani.
Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy, mengatakan keterlibatan komunitas menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan gaya hidup, wellness dan aksi kemanusiaan dalam pengembangan kawasan.
“Kami menyambut baik sinergi komunitas yang terjadin dengan Sira Village di kawasan kami. Kami berharap Sira Village tidak hanya menjadi tempat bagi produk-produk global maupun UMKM lokal untuk tampil, tetapi juga terus memperluas kapasitasnya menjadi ruang di mana kepedulian sosial dan budaya dapat tumbuh dan berdampak positif secara nyata bagi masyarakat luas,” tutup Zefri.
Melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas lokal, Sira Village diharapkan dapat terus menjadi ruang yang mempertemukan aktivitas gaya hidup, kebugaran, sosial dan budaya.
Pengembangan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung visi KEK Kura Kura Bali, sehingga pertumbuhan pariwisata, gaya hidup sehat dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan.
Reporter: Ace Wiguna
Redaktur: Putu Wiguna
Sumber: Rilis KEK Kura Kura Bali




