
Jbm.co.id-DENPASAR | Dua Tim Nasional (Timnas) Tuan Rumah, Kanada dan Meksiko sudah angkat koper pada fase 32 besar Piala Dunia 2026. Tinggal menyisakan Tuan Rumah Amerika Serikat yang masih bertahan di fase gugur Piala Dunia 2026.
Tuan Rumah Kanada sebagai negara co-host pertama yang harus angkat koper dari turnamen Piala Dunia 2026.
Langkah Kanada baru resmi terhenti di babak 16 besar setelah ditumbangkan oleh Maroko dengan skor telak 3-0 pada Minggu, 5 Juli 2026.
Berikutnya, Tuan Rumah Meksiko resmi gugur di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah ditundukkan secara tragis oleh Inggris dengan skor 2-3 di Stadion Azteca, Mexico City, Senin, 6 Juli 2026.
Kekalahan dramatis ini memastikan langkah El Tri sebagai Tuan Rumah kedua yang terhenti di hadapan publik mereka sendiri.
Sementara itu, Tim Nasional (Timnas) Amerika Serikat (USA) bentrok Belgia pada laga 16 besar di Stadion Seattle (Lumen Field), Washington, Amerika Serikat, Selasa, 7 Juli 2026 pukul 08.00 WITA.
Amerika Serikat memakai kostum (jersey) WARNA PUTIH gading menampilkan pola garis-garis merah bergelombang bold yang melambangkan bendera Amerika Serikat (The Stars and Stripes). Julukan Amerika Serikat adalah The Stars & Stripes (Bintang & Garis), The Yanks, USMNT (United States Men’s National Team).
Sedangkan, Belgia berkostum WARNA MERAH marun gelap dengan detail garis emas dan hitam. Belgia dijuluki De Rode Duivels / Les Diables Rouges atau Setan Merah.
Tim Nasional Amerika Serikat
Pelatih: Mauricio Pochettino
Pochettino diproyeksikan menggunakan formasi 4-2-3-1 / 4-3-3 dengan kembalinya Folarin Balogun, setelah suspensi kartu merahnya resmi dicabut FIFA.
Kiper: 24-Matt Freese (New York City FC)
Bek Kanan: 16-Alex Freeman (Villarreal CF)
Bek Tengah: 3-Chris Richards (Crystal Palace)
Bek Tengah: 13-Tim Ream (Charlotte FC)
Bek Kiri: 5-Antonee Robinson (Fulham FC)
Gelandang Bertahan: 4-Tyler Adams (AFC Bournemouth)
Gelandang Bertahan: 17-Malik Tillman (Bayer Leverkusen)
Gelandang Serang: 8-Weston McKennie (Juventus)
Sayap Kanan: 2-Sergiño Dest (PSV Eindhoven)
Sayap Kiri: 10-Christian Pulisic (AC Milan)
Penyerang: 20-Folarin Balogun (AS Monaco)
Tim Nasional Belgia (Pelatih: Rudi Garcia)
Rudi Garcia diperkirakan tetap mempertahankan formasi andalannya, 4-2-3-1, demi menjaga momentum kemenangan dramatis atas Senegal pada fase gugur 32 besar.
Kiper: 1-Thibaut Courtois (Real Madrid)
Bek Kanan: 21-Timothy Castagne (Fulham FC)
Bek Tengah: 4-Brandon Mechele (Club Brugge)
Bek Tengah: 3-Arthur Theate (Eintracht Frankfurt)
Bek Kiri: 5-Maxim De Cuyper (Brighton & Hove Albion)
Gelandang Tengah: 20-Hans Vanaken (Club Brugge)
Gelandang Tengah: 8-Youri Tielemans (Aston Villa)
Sayap Kanan: 10-Leandro Trossard (Arsenal FC)
Gelandang Serang: 7-Kevin De Bruyne (SSC Napoli)
Sayap Kiri: 11-Jérémy Doku (Manchester City)
Penyerang: 17-Charles De Ketelaere (Atalanta BC)
Amerika Serikat lolos ke fase gugur, setelah menjadi juara Grup D dan menumbangkan Bosnia-Herzegovina dengan skor 2-0 di babak 32 besar.
Sedangkan, Belgia mengamankan tempat di babak 16 besar berkat kemenangan epic comeback 3-2 atas Senegal lewat babak perpanjangan waktu di fase sebelumnya.
Meskipun AS diuntungkan sebagai tuan rumah, catatan sejarah berpihak penuh kepada tim tamu.
Belgia mendominasi total rekor pertemuan atas Amerika Serikat dengan meraih 6 kemenangan dari total 7 pertandingan sejarah yang pernah dimainkan kedua tim. Satu-satunya kemenangan Amerika Serikat diraih pada pertemuan perdana mereka di Piala Dunia pertama tahun 1930 silam.
Maret 2026 (Persahabatan) Belgia membantai AS dengan skor telak 5-2 di Atlanta.
Piala Dunia 2014 (16 Besar)
Belgia menyisihkan AS dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu.
Sejak kemenangan Amerika Serikat atas Belgia 3-0 pada Piala Dunia 100 tahun lalu (1930), Amerika Serikat selalu kalah dalam 6 pertemuan berikutnya melawan Belgia di semua kompetisi.
Dalam lima duel pamungkas di lapangan hijau, Setan Merah menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan meyakinkan.
28 Maret 2026 (Uji Coba Internasional)
Amerika Serikat vs Belgia 2-5
1 Juli 2014 Piala Dunia (Babak 16 Besar)
Belgia vs Amerika Serikat 2-1 (AET)
29 Mei 2013 Uji Coba Internasional
Amerika Serikat vs Belgia 2-4
06 September 2011 Uji Coba Internasional
Belgia vs Amerika Serikat 1-0
13 Juli 1930 Piala Dunia (Fase Grup)
Amerika Serikat vs Belgia 3-0
Pembantaian Terbaru (Maret 2026)
Pada laga persahabatan di Mercedes-Benz Stadium beberapa bulan lalu, Belgia melibas skuad AS dengan skor telak 5-2 lewat performa gemilang penyerang sayap Dodi Lukébakio.
Drama Piala Dunia 2014
Pertemuan di fase gugur terakhir mereka terjadi 12 tahun lalu di Brasil. Laga berlangsung ketat hingga babak perpanjangan waktu (Extra Time), saat gol dari Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku memastikan langkah Belgia ke perempat final.
Tim Nasional Amerika Serikat
Kekuatan Utama (Kolektivitas & Determinasi)
Amerika Serikat bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi suntikan moral luar biasa. Skuad Mauricio Pochettino mengandalkan organisasi permainan yang rapat, fisik prima, dan transisi serangan balik cepat yang dimotori oleh Christian Pulisic di sisi sayap.
Sektor Terkuat (Lini Tengah)
Trio Tyler Adams, Weston McKennie, dan Malik Tillman menjadi motor penggerak utama. Mereka sangat kuat dalam memutus aliran bola lawan sekaligus menginisiasi serangan vertikal yang cepat.
Titik Lemah
Lini pertahanan, terutama bek tengah senior Tim Ream yang mulai melambat, rentan keteteran jika menghadapi penyerang sayap lincah yang memiliki akselerasi tinggi.
Tim Nasional Belgia
Kekuatan Utama (Kreativitas & Pengalaman)
Dibawah asuhan Rudi Garcia, Setan Merah memiliki kreativitas tanpa batas di lini serang. Kemampuan mereka untuk membalikkan keadaan, seperti saat menumbangkan Senegal 3-2 menunjukkan mentalitas juara yang sangat matang.
Sektor Terkuat (Gelandang Serang dan Sayap)
Kehadiran Kevin De Bruyne sebagai jenderal lapangan tengah yang dipadukan dengan kecepatan meledak-ledak dari Jérémy Doku dan Leandro Trossard di sektor sayap membuat lini serang Belgia sangat tidak dapat diprediksi.
Titik Lemah: Transisi bertahan
Lini belakang Belgia sering kali terlambat menutup ruang kosong ketika mereka kehilangan penguasaan bola saat asyik menyerang, hal yang berhasil dimanfaatkan AS saat mencetak dua gol pada uji coba Maret 2026 lalu.
Pertandingan ini menjadi panggung adu jenius antara dua pelatih kelas dunia, Mauricio Pochettino (Amerika Serikat) dan Rudi Garcia (Belgia). Kedua pelatih membawa filosofi sepak bola yang bertolak belakang, menciptakan benturan taktik yang sangat menarik.
Taktik Mauricio Pochettino: High-Pressing & Vertical Attack
Pochettino dikenal dengan gaya permainan yang menguras fisik, mengandalkan tekanan tinggi (pressing) sejak di lini depan, dan transisi cepat.
Pola Dasar: 4-3-3 atau 4-2-3-1 (fleksibel saat menyerang).
Menjebak Lini Tengah Belgia
Pochettino akan menginstruksikan Tyler Adams dan Weston McKennie untuk bermain sangat agresif. Misi utama mereka adalah mengisolasi Kevin De Bruyne agar tidak bisa mengalirkan bola ke depan.
Eksploitasi Sisi Sayap
Kecepatan Christian Pulisic dan tusukan dari bek sayap seperti Antonee Robinson akan menjadi senjata utama. Mereka akan mengincar area di belakang bek sayap Belgia yang sering terlambat turun setelah membantu serangan.
Senjata Rahasia
Kehadiran Folarin Balogun yang bugar setelah suspensinya dicabut. Balogun akan diminta melakukan lari diagonal memotong pertahanan Belgia yang cenderung lambat dalam mengantisipasi umpan terobosan.
Taktik Rudi Garcia: Fluid Possession & Overload
Rudi Garcia lebih menyukai penguasaan bola yang cair, mengendalikan tempo permainan, dan menciptakan keunggulan jumlah pemain (overload) di area tertentu.
Pola Dasar: 4-2-3-1 statis, berubah menjadi 3-2-4-1 saat menguasai bola.
Kebebasan Kevin De Bruyne
Garcia memberikan peran free-roaming kepada De Bruyne. Jika jalur tengah dikunci oleh AS, De Bruyne akan melebar ke sisi kiri untuk bekerja sama dengan Jérémy Doku.
Isolasi 1-vs-1 Doku
Taktik utama Garcia adalah memindahkan bola secepat mungkin ke sisi kiri pertahanan AS. Tujuannya agar Jérémy Doku berada dalam situasi satu lawan satu dengan bek kanan AS, Alex Freeman, memanfaatkan keunggulan kecepatan dan dribel Doku.
Senjata Rahasia menjadikan Charles De Ketelaere sebagai space-creator. Ia akan sering turun ke bawah untuk menarik keluar bek tengah AS (Tim Ream), membuka ruang bagi Leandro Trossard atau De Bruyne untuk menusuk ke kotak penalti.
Kunci Kemenangan (Battleground)
Stamina vs Ketenangan
Mampukah intensitas pressing Amerika Serikat bertahan selama 90 menit (atau bahkan 120 menit) untuk merusak ritme operan para gelandang berpengalaman Belgia?
Antisipasi Serangan Balik
Lini belakang Belgia sangat rapuh terhadap serangan balik cepat. Jika mereka terlalu asyik menguasai bola dan kehilangan kendali ditengah, Pulisic dan Balogun bisa menghukum mereka dalam hitungan detik.
Faktor Pengalaman Pelatih
Pochettino sangat berpengalaman dalam laga sistem gugur bertensi tinggi (mantan finalis Liga Champions). Sementara Garcia terbukti sangat cerdik dalam mengubah strategi ditengah laga, seperti saat melakukan epic comeback melawan Senegal.
Berdasarkan analisis performa terkini, statistik head-to-head, dan kondisi skuad menjelang laga, Belgia sedikit lebih diunggulkan untuk menang atas Amerika Serikat dengan persentase peluang sekitar 53 persen vs 47 persen.
Alasan Mengapa Belgia Bisa Menang (Peluang: 53 persen)
Faktor Kevin De Bruyne: Jenderal lapangan tengah ini memiliki visi bermain di atas rata-rata yang mampu membongkar pertahanan rapat AS dengan satu umpan kunci.
Mentalitas Comeback: Kemenangan dramatis 3-2 atas Senegal membuktikan bahwa mental skuad Setan Merah sangat siap menghadapi tekanan di fase gugur.
Rekor Pertemuan Terakhir: Kemenangan telak 5-2 Belgia atas AS pada laga uji coba Maret 2026 memberikan keunggulan psikologis yang besar bagi para pemain Belgia.
Alasan Mengapa Amerika Serikat Bisa Menang (Peluang: 47 persen)
Dukungan Penuh Seattle
Timnas Amerika Serikat bermain kandang di Lumen Field dengan atmosfer suporter fanatik AS akan memberikan tekanan mental yang berat bagi Belgia.
Kembalinya Folarin Balogun
Keputusan FIFA mencabut kartu merah Balogun membuat lini serang AS kembali ke kekuatan penuh, siap mengeksploitasi lini belakang Belgia yang lambat.
Kondisi Fisik
Gaya bermain pressing tinggi Pochettino bisa membuat para pemain senior Belgia kelelahan jika laga berjalan hingga babak perpanjangan waktu.
Akankah Amerika Serikat bisa memanfaatkan posisi sebagai tuan rumah dan mendapatkan suntikan moral setelah kembali bermainnnya Folarin Balogun ataukah Belgia dengan faktor kematangan mental dan kreativitas lini tengah menjadi pemenang laga krusial untuk menembus perempat final Piala Dunia 2026.
Pemenang laga antara Amerika Serikat (USA) melawan Belgia akan berhadapan dengan pemenang dari laga Spanyol vs Portugal di babak perempat final (8 besar) Piala Dunia 2026 demi memperebutkan tiket ke babak semifinal. (berbagai sumber/ace).




