Ketua Komisi IV DPRD Badung Graha Wicaksana Dukung WFH dan Sekolah Daring Tekan Antrean BBM di Badung

Jbm.co.id-BADUNG | Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Nyoman Graha Wicaksana mendukung kebijakan Work From Home (WFH) dan pembelajaran daring atau Work From Study (WFS) yang diberlakukan selama tiga hari, 15-17 Oktober 2026.
Menurutnya, hal tersebut untuk membantu mengatasi krisis pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali.
Graha Wicaksana menyebutkan kebijakan tersebut menjadi langkah cepat untuk mengurangi mobilitas masyarakat, menekan antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), serta membantu mengurai kemacetan lalu lintas yang semakin parah di sejumlah wilayah, khususnya Kabupaten Badung.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sebelumnya menerbitkan Surat Edaran Nomor B.39.000.8/48412/TLK/B.ORG tertanggal 14 Oktober 2026 tentang penerapan WFH selama tiga hari. Kebijakan ini ditujukan untuk mendukung kelancaran distribusi BBM oleh Pertamina.
Penerapan mencakup instansi pemerintah, BUMN/BUMD, serta sekolah dan perguruan tinggi yang diwajibkan melaksanakan pembelajaran daring. Sementara itu, pegawai yang bertugas memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, layanan darurat, dan keamanan dikecualikan dari kebijakan tersebut.
Menindaklanjuti kebijakan itu, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.3.1/3151/Disdikpora tentang penyesuaian pembelajaran pada 15-17 Oktober 2026.
Melalui kebijakan tersebut, siswa mengikuti pembelajaran secara daring. Penugasan tetap diberikan melalui platform pembelajaran yang tersedia sesuai jadwal mata pelajaran masing-masing kelas.
Graha Wicaksana menilai langkah cepat pemerintah tersebut tepat ditengah krisis pasokan BBM yang berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Bahkan, menurutnya, Badung menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak akibat antrean kendaraan di SPBU yang terus memanjang dan memicu kemacetan.
“Saya sepakat atas kebijakan pemerintah untuk memberlakukan work from home ataupun work from studi untuk mengatasi permasalahan distribusi BBM ini, minimal untuk mengurangi antrean dan mobilitas masyarakat,” kata Graha Wicaksana saat ditemui di Kabupaten Badung, Kamis (15/10/2026).
Politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kuta itu mengaku turut merasakan dampak antrean BBM yang belum mereda, bahkan semakin panjang.
Graha Wicaksana berharap penerapan WFH dan pembelajaran daring dapat menghemat waktu, tenaga, serta biaya masyarakat, sekaligus mengurangi aktivitas perjalanan yang tidak mendesak.
“Melalui Work From Home (WFH) dan Work From Study (WFS) ini dapat menghemat waktu, tenaga dan pengeluaran, serta memangkas masyarakat untuk melakukan antrean di SPBU-SPBU,” kata Graha Wicaksana.
Meski demikian, Graha Wicaksana menegaskan bahwa kebijakan pembatasan mobilitas tersebut perlu diikuti dengan percepatan distribusi BBM agar persoalan tidak terus berlarut-larut.
Graha Wicaksana berharap PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinusra segera merealisasikan distribusi BBM secara optimal ke seluruh SPBU, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan antrean kendaraan tidak lagi menghambat arus lalu lintas.
“Untuk jangka panjang, dapat segera terealisasi distribusi BBM yang semangkin meningkat, dan tidak kembali terjadi kemacetan, dan atrean panjang di SPBU-SPBU, sehingga masyaakat dapat beraktivitas kembali normal/ pulih”, harap Graha Wicaksana.
Oleh karena itu, Graha Wicaksana berharap pasokan BBM segera kembali normal agar mobilitas masyarakat, kegiatan ekonomi, dan aktivitas pariwisata di Bali, khususnya Badung, dapat pulih seperti sediakala.
Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna




