Kodam IX/Udayana Dukung Pengamanan SPBU Ditengah BBM Langka di Bali Sebabkan Antrean Kendaraan Mengular

Jbm.co.id-DENPASAR | Kodam IX/Udayana menyatakan dukungan atas pengamanan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali, menyusul kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Dukungan tersebut disampaikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, saat menerima audiensi Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, beserta staf di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) IX/Udayana, Rabu (14/10/2026).
Dalam audiensi tersebut, Pertamina meminta dukungan personel TNI untuk membantu pengamanan distribusi BBM di sejumlah SPBU di Bali. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keamanan dan ketertiban, mengantisipasi potensi gangguan di tengah antrean kendaraan, serta mencegah perselisihan antara masyarakat maupun dengan petugas SPBU.
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan dukungan terhadap upaya menjaga kelancaran distribusi BBM. Pengamanan di lapangan diharapkan membantu menciptakan situasi yang tertib dan kondusif sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung aman.
Kelangkaan BBM di sejumlah wilayah Bali sebelumnya menjadi perhatian setelah antrean kendaraan di SPBU semakin panjang. Kondisi tersebut juga memicu kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan stok dan berpotensi mendorong pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, seusai rapat bersama Gubernur Bali di Depo BBM Pesanggaran, Denpasar, Selasa (13/10/2026), menjelaskan bahwa keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jadwal distribusi.
Menurut Simon, kapal tersebut mengalami kendala saat proses penjangkaran sehingga kedatangannya bergeser dari jadwal yang telah direncanakan hingga malam sebelumnya.
Simon menegaskan, penjelasan tersebut bukan untuk mencari pembenaran atas kondisi yang terjadi. Ia menekankan pentingnya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat agar kebutuhan BBM terpenuhi dan distribusi kembali berjalan dengan baik.
Selain kendala distribusi, peningkatan konsumsi BBM bersubsidi, seperti Pertalite, yang dipengaruhi perbedaan harga dengan BBM nonsubsidi juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Ketika kondisi tersebut diikuti kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan stok, tekanan terhadap pelayanan di SPBU dapat semakin meningkat.
Dalam situasi tersebut, pengamanan di lapangan menjadi salah satu langkah pendukung untuk menjaga ketertiban selama proses pengisian BBM. Kehadiran personel TNI diharapkan dapat mengantisipasi potensi kerawanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dan petugas SPBU.
Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menyampaikan bahwa dukungan Kodam IX/Udayana merupakan bagian dari upaya membantu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika pelayanan BBM di Bali.
Menurutnya, koordinasi dengan pihak terkait diperlukan agar pengamanan berjalan efektif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Pada prinsipnya, Kodam IX/Udayana mendukung langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pendistribusian BBM. Kami berharap masyarakat dapat memperoleh pelayanan dengan tertib dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar situasi tetap aman dan kondusif,” kata Kapendam.
Melalui koordinasi antara Kodam IX/Udayana, Pertamina, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya, pengamanan distribusi BBM diharapkan dapat mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
Kodam IX/Udayana juga menghimbau masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.
Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna
Sumber: Rilis Kodam IX/Udayana




