Dr. Somvir Tinjau Langsung Pura Puseh Desa Adat Lemukih-Buleleng: Hibah Rp430 Juta Cair Percepat Proses Perbaiki Meru

Jbm.co.id-BULELENG | Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr Somvir kembali menunjukkan kepedulian atas keberadaan tempat suci, sekaligus upaya menjaga fasilitas keagamaan dan adat di desa tetap layak, terawat dan bersih.
Menariknya, Dr. Somvir melaksanakan kegiatan reses di Desa Adat Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Senin (5/10/2026).
Dalam kegiatan reses, Dr. Somvir meninjau langsung proses perbaikan Meru Pura Puseh, Desa Adat Lemukih dengan mendapat dukungan hibah senilai Rp430 juta.
Kini, bantuan hibah telah cair dan mulai dimanfaatkan untuk memperbaiki sejumlah meru di kawasan pura.
“Dana hibah yang kita janjikan sebesar Rp430 juta sudah cair dan sekarang perbaikan meru sedang diproses,” kata Dr. Somvir saat meninjau lokasi.
Menurutnya, kondisi sejumlah meru memang membutuhkan perhatian serius. Bahkan, perbaikan bangunan suci tersebut selama ini secara secara bertahap, karena membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Dalam kegiatan reses tersebut, Dr Somvir didampingi tokoh masyarakat, perangkat desa, prajuru adat serta anggota DPRD Kabupaten Buleleng dari Partai NasDem, I Nyoman Meliun, Anggota DPRD Kabupaten Buleleng periode 2024-2029.
Sekretaris Desa Adat Lemukih, Ketut Arsana, mengapresiasi dukungan penuh Dr Somvir.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat, karena kemampuan anggaran desa dan masyarakat untuk melakukan perbaikan pura cukup terbatas.
“Kalau masyarakat sangat-sangat bersyukur, karena sudah dibantu oleh anggota DPRD Provinsi, Pak Dr Somvir. Bantuan itu juga sudah mulai dikerjakan dan kemarin beliau langsung meninjau lokasi,” kata Ketut Arsana.
Lebih lanjut, Ketut Arsana menjelaskan, Pura Puseh Desa Adat Lemukih memiliki sejumlah meru dengan berbagai tingkatan, mulai dari tumpang 1, tumpang 3, tumpang 5, tumpang 7, tumpang 9 hingga tumpang 11.
Sebelumnya, pihaknya melakukan perbaikan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran. Salah satunya perbaikan meru tumpang sembilan, pada 2019.
“Karena di Pura Puseh itu banyak meru. Ada tumpang 11, tumpang 9, tumpang 7, tumpang 5, tumpang 3 dan tumpang 1. Selama ini perbaikannya bertahap karena membutuhkan biaya yang cukup besar,” jelasnya.
Dengan cairnya hibah Rp430 juta, perbaikan sejumlah meru kini dapat terencana secara lebih luas.
Masyarakat berharap dukungan tersebut dapat mempercepat penataan dan pemeliharaan kompleks Pura Puseh Desa Adat Lemukih.
“Kalau sebelumnya perbaikan dilakukan bertahap sesuai anggaran, sekarang bisa dilakukan lebih menyeluruh karena sudah mendapat bantuan. Kami sangat mengapresiasi kepedulian Pak Dr Somvir,” ujarnya.
Selain dukungan hibah tersebut, masyarakat juga menyampaikan adanya bantuan CSR sebesar Rp100 juta dari pihak lain untuk mendukung pembangunan di wilayah Desa Adat Lemukih.
Bagi masyarakat, berbagai dukungan tersebut tidak hanya membantu meringankan beban pembiayaan, tetapi juga menunjukkan perhatian atas keberadaan tempat suci dan warisan adat yang telah dijaga secara turun-temurun.
Reses Dr Somvir di Desa Adar Lemukih, Kabupaten Buleleng menjadi momentum untuk memastikan bantuan hibah benar-benar bermanfaat sesuai kebutuhan masyarakat. Peninjauan langsung ke lokasi juga menjadi bagian dari upaya melihat perkembangan penggunaan bantuan untuk perbaikan meru.
Dengan dimulainya perbaikan sejumlah meru, masyarakat berharap Pura Puseh Desa Adat Lemukih semakin terawat, bersih dan kokoh sebagai tempat suci sekaligus bagian penting dari warisan budaya masyarakat setempat.
Pewarta: Ivan
Editor: Putu Wiguna




