Deflasi Pacitan Capai 3,81 Persen di Pekan Keempat Juli 2026, Harga Cabai dan Bawang Turun Tajam
"Penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura menjadi faktor dominan yang mendorong terjadinya deflasi pada akhir Juli"

Pacitan,JBM.co.id-Kabupaten Pacitan kembali mencatatkan penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan keempat Juli 2026.
Berdasarkan hasil pengolahan data Badan Pusat Statistik (BPS), Pacitan mengalami deflasi sebesar 3,81 persen, yang terutama dipicu oleh turunnya harga komoditas cabai rawit, bawang merah, dan cabai merah.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Ayub Setyo Budi, mengatakan bahwa penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura menjadi faktor dominan yang mendorong terjadinya deflasi pada akhir Juli.
“Deflasi yang terjadi pada pekan keempat Juli merupakan dampak dari melimpahnya pasokan komoditas hortikultura, khususnya cabai rawit, bawang merah, dan cabai merah. Kondisi ini menyebabkan harga di tingkat pasar mengalami penurunan yang cukup signifikan,” ujar Ayub, Senin (27/7).
Ia menjelaskan, berdasarkan data BPS, cabai rawit memberikan andil terbesar terhadap deflasi sebesar -1,6863, disusul bawang merah -0,6999, dan cabai merah -0,6141. Penurunan harga tiga komoditas tersebut menjadi penyumbang utama melemahnya IPH Pacitan pada pekan terakhir Juli.
Secara nasional, Kabupaten Pacitan berada di peringkat ke-331 dari seluruh daerah yang dipantau. Sementara di tingkat Provinsi Jawa Timur, Pacitan menempati urutan ke-24, sedangkan di Pulau Jawa berada pada peringkat ke-74.
Ayub menambahkan, tren penurunan harga pada Juli juga terlihat dari perkembangan IPH bulanan. Setelah pada Juni 2026 IPH month to month (m-to-m) tercatat -1,09 persen, hingga pekan keempat Juli nilainya kembali turun menjadi -3,81 persen.
Sementara itu, indikator harga lainnya menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. IPH tahunan (year on year/y-on-y) tercatat 2,30 persen, sedangkan IPH tahun kalender (year to date/y-to-d) berada pada angka -2,13 persen.
Berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kabupaten Pacitan, tidak terdapat komoditas yang mengalami kenaikan harga pada pekan keempat Juli. Sejumlah komoditas strategis seperti beras medium, minyak goreng, Minyakita, daging sapi, gula pasir, pisang, dan jeruk terpantau stabil.
Sebaliknya, beberapa komoditas mengalami penurunan harga dibandingkan rata-rata Juni 2026, di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.
Menurut Ayub, kondisi tersebut memberikan dampak positif bagi daya beli masyarakat karena harga kebutuhan pokok menjadi lebih terjangkau. Namun demikian, pemerintah daerah tetap mencermati perkembangan harga agar penurunan yang terjadi tidak sampai merugikan petani sebagai produsen.
“Pemerintah Kabupaten Pacitan terus melakukan pemantauan perkembangan harga melalui koordinasi dengan instansi terkait. Harapannya, stabilitas harga tetap terjaga sehingga mampu memberikan manfaat bagi konsumen sekaligus tetap menjaga kesejahteraan para petani,”jelasnya.
Di tingkat Provinsi Jawa Timur, Pacitan termasuk daerah dengan deflasi yang cukup tinggi pada pekan keempat Juli 2026. Meski demikian, kondisi serupa juga terjadi di banyak kabupaten/kota lain yang sama-sama dipengaruhi oleh turunnya harga komoditas hortikultura, terutama cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah.
Ayub optimistis stabilitas harga akan tetap terjaga melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pemantauan distribusi barang kebutuhan pokok, serta menjaga kelancaran pasokan dari sentra produksi hingga pasar, sehingga inflasi daerah tetap berada dalam kisaran yang terkendali.(Red/yun).




