BaliBeritaDaerahDenpasarInternasionalOlahraga

“Hattrick Kutukan” Mulai Runtuh Disebut Argentina Masuk Jalur Surga Bakal Cetak Sejarah 64 Tahun Back to Back 

Jbm.co.id-DENPASAR |  Piala Dunia 2026 menjadi panggung terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen edisi ke-23 ini menghadirkan format baru dengan 48 peserta, 104 pertandingan, serta digelar di tiga negara tuan rumah sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Dengan skala yang semakin besar, Piala Dunia 2026 juga membawa misi besar bagi sang juara bertahan, Argentina.

Tim Tango datang ke Amerika Utara bukan hanya untuk mempertahankan trofi, tetapi juga mengejar sejarah yang belum tercipta selama 64 tahun.

Argentina menjadi juara dunia pada Piala Dunia 2022 Qatar setelah melewati final dramatis melawan Prancis. Lionel Messi dan kawan-kawan menang melalui drama adu penalti 4-2 setelah pertandingan berakhir imbang 3-3 hingga babak tambahan waktu.

Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia ketiga bagi Argentina setelah sebelumnya berjaya pada 1978 dan 1986.

Kini, Argentina menatap Piala Dunia 2026 dengan fondasi yang masih kuat. Pelatih Lionel Scaloni mempertahankan sebagian besar pemain yang membawa Argentina juara di Qatar, sekaligus melakukan regenerasi dengan memasukkan talenta muda.

Sekitar 17 pemain alumnus Qatar 2022 tetap menjadi bagian dari skuad utama. Lionel Messi masih dipercaya menjadi kapten dan pemimpin tim dalam penampilan Piala Dunia keenamnya.

Di lini depan, Argentina tetap mengandalkan kombinasi Lionel Messi, Julián Álvarez, dan Lautaro Martínez. Sementara lini tengah masih diperkuat Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, serta Enzo Fernández sebagai pengatur permainan.

Pertahanan juga tetap memiliki pengalaman besar dengan Nicolás Otamendi dan Cristian Romero, sedangkan Emiliano “Dibu” Martínez menjadi benteng terakhir di bawah mistar.

Untuk menambah variasi, Scaloni membawa sejumlah pemain muda seperti Nico Paz, Valentin Barco, Jose Manuel Lopez, hingga Giuliano Simeone.

Komposisi tersebut membuat Argentina 2026 dinilai sebagai versi lebih matang dari tim juara 2022. Mereka tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga memiliki regenerasi yang berjalan mulus.

Namun, perjalanan Argentina tidak akan mudah. Ada tiga kutukan besar yang membayangi langkah Lionel Messi dan kawan-kawan.

Kutukan Juara Bertahan Piala Dunia

Dalam sejarah modern Piala Dunia, status juara bertahan sering menjadi beban besar.

Sejumlah raksasa dunia gagal mempertahankan performa setelah mengangkat trofi.

 Prancis sebagai juara 1998 tersingkir di fase grup Piala Dunia 2002 tanpa mencetak satu gol.

Italia yang menjadi juara 2006 juga gagal total di Piala Dunia 2010 setelah finis di posisi terbawah grup.

Spanyol mengalami nasib serupa pada 2014 setelah tersingkir cepat usai kekalahan telak 1-5 dari Belanda dan kalah dari Chili.

Jerman yang datang sebagai juara 2014 juga harus pulang lebih awal pada Piala Dunia 2018 setelah kalah dari Korea Selatan.

Kutukan 64 Tahun Back to Back

Kutukan 64 tahun back-to-back merujuk pada mitos dan catatan sejarah Piala Dunia FIFA, saat belum ada lagi negara yang mampu mempertahankan gelar juara (menang dua kali berturut-turut) sejak Brasil melakukannya pada tahun 1962.

Kutukan atau rekor sejarah tersebut genap berusia 64 tahun, tepat di ajang Piala Dunia 2026.

Setelah tahun 1962, setiap negara yang datang dengan status Juara Bertahan selalu gagal mempertahankan trofinya. Bahkan, pada era modern (sejak tahun 2002), banyak Juara Bertahan justru langsung gugur secara tragis di fase grup, seperti Perancis 2002, Italia 2010, Spanyol 2014 dan Jerman 2018.

Dalam sejarah, hanya dua negara yang mampu mempertahankan gelar juara dunia secara beruntun (Back to Back), yaitu Italia pada 1934 dan 1938 serta Brasil pada 1958 dan 1962.

Kini, Argentina berpeluang menyamai pencapaian Brasil yang sudah bertahan selama 64 tahun.

Argentina Mulai Patahkan Kutukan

Langkah awal Argentina di Piala Dunia 2026 berjalan sempurna. Tim asuhan Lionel Scaloni berhasil keluar sebagai juara Grup J dan melaju ke fase gugur 32 besar.

Argentina berhasil mengalahkan Aljazair 3-0 dan Austria 2-0 serta partai terakhir menang melawan Jordania 3-1, sekaligus menunjukkan bahwa regenerasi skuad berjalan efektif.

Sebagai juara Grup J, Argentina akan menghadapi Tanjung Verde (Cabo Verde) di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Jika mampu melewati fase gugur 32 besar, Argentina berpotensi menghadapi Australia, Mesir atau Swiss.

Lawan berat seperti Kolombia baru dihadapi Argentina, jika lolos perempat final dan semifinal berpotensi berjumpa Brazil atau Inggris.

Bahkan, Puncak Final berpotensi laga ulangan Final Piala Dunia 2022 bersua Perancis atau Spanyol Juara Piala Dunia 2010.

Partai puncak Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung di Stadion MetLife, New York/New Jersey pada 19 Juli 2026.

Kutukan Ranking 1 FIFA

Selain kutukan Juara Bertahan, Argentina juga membawa status sebagai tim nomor satu dunia dalam ranking FIFA.

Sejak sistem ranking FIFA diperkenalkan, belum ada negara yang menempati posisi pertama dunia sebelum Piala Dunia dan berhasil mengangkat trofi pada edisi yang sama.

Brazil, Spanyol, Jerman, hingga Prancis pernah mengalami kegagalan ketika datang sebagai penguasa ranking dunia. Situasi ini membuat Argentina memiliki tantangan tambahan.

Mereka harus mempertahankan gelar sekaligus membuktikan bahwa kutukan tersebut bisa dihancurkan.

Namun, Argentina 2026 memiliki modal besar. Berbeda dengan beberapa juara bertahan sebelumnya yang mengalami masalah regenerasi, skuad Lionel Scaloni justru memiliki keseimbangan antara pemain senior dan generasi baru.

Lionel Messi juga memasuki turnamen dengan tekanan yang lebih ringan setelah berhasil mengangkat trofi impiannya pada 2022.

Kini, dunia menunggu apakah Argentina mampu menulis sejarah baru. Jika berhasil menjadi juara Piala Dunia 2026, Argentina akan menjadi negara pertama setelah Brasil 1962 yang mampu meraih gelar dunia secara beruntun. Misi 64 tahun itu kini berada ditangan Lionel Messi dan generasi emas Albiceleste. (berbagai sumber/ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button