BaliBeritaDaerahDenpasarInternasionalOlahraga

Jalur Surga Argentina Raih Trofi Piala Dunia 2026: Jalan Emas Messi Hancurkan Hattrick Kutukan 64 Tahun Back to Back

Jbm.co.id-DENPASAR | Argentina memasuki fase gugur Piala Dunia 2026 dengan modal sempurna. Sebagai juara Grup J, Tim Tango kini berada di jalur yang dianggap sebagai “Jalur Surga” menuju final karena potensi lawan berat baru muncul di fase akhir turnamen.

Dengan format baru Piala Dunia 2026 yang menghadirkan 48 negara, fase gugur dimulai dari babak 32 besar, kemudian berlanjut ke 16 besar, perempat final, semifinal hingga partai puncak final.

Argentina yang datang sebagai juara bertahan memiliki satu misi besar, yaitu mempertahankan trofi dan mencetak sejarah sebagai negara pertama setelah Brasil 1962 yang mampu meraih gelar dunia secara beruntun.

Babak 32 Besar: Argentina vs Tanjung Verde, Ujian Awal Menuju Sejarah

Langkah pertama di fase gugur 32 besar, saat Argentina menghadapi tim kejutan Cabo Verde (Tanjung Verde). Pertandingan ini menjadi peluang bagi Lionel Messi dan kawan-kawan untuk menjaga momentum setelah tampil dominan di fase grup.

Diatas kertas, Argentina memiliki keunggulan besar dari sisi pengalaman, kualitas individu, dan mental juara.

Skuad Lionel Scaloni masih memiliki fondasi juara Qatar 2022,seperti Messi, Julián Álvarez, Lautaro Martínez, Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernández, Cristian Romero, hingga Emiliano Martínez.

Jika mampu melewati Cabo Verde, Argentina akan melanjutkan perjalanan menuju babak 16 besar.

Babak 16 Besar: Menunggu Australia, Mesir atau Swiss

Dalam jalur bagan yang ditetapkan FIFA, calon lawan Argentina berikutnya berasal dari duel Australia vs Mesir atau kemungkinan menghadapi Swiss. Secara peringkat, pengalaman turnamen, dan kedalaman skuad, Argentina tetap menjadi favorit untuk melangkah lebih jauh.

Kekuatan terbesar Argentina bukan hanya lini depan yang tajam, tetapi keseimbangan tim. Mereka memiliki kombinasi pemain senior yang tenang dan generasi baru yang membuat permainan lebih dinamis.

Berbeda dengan beberapa juara bertahan sebelumnya yang gagal karena regenerasi buruk, Argentina justru memasuki 2026 dengan struktur tim yang lebih matang.

Perempat Final: Potensi Duel Besar Melawan Kolombia

Jika terus menang, tantangan mulai meningkat di babak 8 besar. Argentina berpotensi menghadapi Kolombia salah satu tim terkuat Amerika Latin, apabila kedua tim berhasil melewati lawan masing-masing.

Meski demikian, Argentina tetap berfokus utama menjaga keseimbangan karena fase perempat final sering menjadi titik jatuh banyak tim favorit.

Semifinal Ditunggu Ancaman Brazil, Mexico atau Inggris

Satu langkah dari final, Argentina berpotensi bertemu lawan yang jauh lebih berat. Brazil menjadi kandidat kuat sebagai penghalang di semifinal, selain Mexico atau Inggris yang juga memiliki generasi emas baru.

Jika Argentina bertemu Brazil, laga tersebut akan menjadi pertarungan klasik Amerika Selatan dengan sejarah panjang rivalitas.
Sementara jika menghadapi Inggris, Argentina akan menghadapi salah satu kekuatan Eropa dengan kualitas pemain muda yang luar biasa.

Babak semifinal akan menjadi ujian terbesar bagi misi Lionel Scaloni.

Final Piala Dunia 2026: Menuju MetLife Stadium

Jika berhasil melewati semua rintangan, Argentina akan mencapai final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New York/New Jersey pada 19 Juli 2026.

Di partai puncak, kemungkinan lawan bisa datang dari jalur lain, seperti Prancis atau Spanyol.

Final ulangan Argentina vs Prancis seperti Qatar 2022 juga menjadi skenario yang mungkin terjadi.

Namun, Argentina kali ini datang dengan beban sejarah yang jauh lebih besar. Mereka bukan hanya mengejar trofi keempat, tetapi ingin mematahkan kutukan sekaligus:

Kutukan juara bertahan Piala Dunia.

Kutukan tim peringkat satu FIFA gagal menjadi juara.

Kutukan 64 tahun back to back.

Jalur menuju final terlihat lebih bersahabat dibanding beberapa raksasa lain, tetapi Piala Dunia selalu menyimpan kejutan diluar dugaan. Kini, dunia menunggu apakah Lionel Messi mampu membawa Argentina menulis babak baru sejarah sepak bola, dengan menjadi juara dunia dua kali berturut-turut, setelah 64 tahun era Brazil tahun 1958 dan 1962. (berbagai sumber/ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button