Pantau Kedatangan WNA, Bakesbangpol Pacitan Kawal Studi Kelayakan PLTA di Tulakan dan Tegalombo
"Keduanya datang dalam rangka menjalankan misi dari PT PLN (Persero) untuk melakukan studi kelayakan pembangunan PLTA di kawasan Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, serta Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo"

Pacitan,JBM.co.id-Pemerintah Kabupaten Pacitan mulai mengawal secara serius kedatangan tenaga ahli asing yang terlibat dalam rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di wilayah selatan Pacitan. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), pemantauan terhadap warga negara asing yang datang untuk kepentingan proyek strategis nasional terus diperketat.
Pada Rabu (24/6/2026), Bakesbangpol Pacitan menerima kunjungan dua warga negara asing yang berasal dari India dan Eropa. Keduanya datang dalam rangka menjalankan misi dari PT PLN (Persero) untuk melakukan studi kelayakan pembangunan PLTA di kawasan Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, serta Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo.
Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Pacitan, Ratna Budiono, menjelaskan bahwa dua warga asing tersebut merupakan tenaga ahli yang memiliki peran penting dalam tahapan awal proyek. Mereka bertugas menelaah berbagai aspek teknis maupun sosial yang berkaitan dengan rencana pembangunan PLTA.
“Jadi mereka adalah tenaga ahli di bidang geologi dan sosial kemasyarakatan,” ujar Ratna saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Ratna, kehadiran tenaga ahli asing di Pacitan bukanlah yang terakhir. Seiring berjalannya tahapan studi dan persiapan proyek, diperkirakan masih akan ada tim-tim lain dari luar negeri yang datang secara bergantian. Mereka terdiri dari tenaga teknis maupun ahli dari berbagai disiplin yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran kajian proyek.
“Ke depan, mereka akan datang secara bertahap. Ada tim teknis dan tenaga ahli lainnya sesuai kebutuhan proyek,” jelas Ratna, yang saat ini juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Bakesbangpol Pacitan.
Ia menegaskan, Bakesbangpol akan terus melakukan pemantauan terhadap setiap warga negara asing yang datang ke Pacitan, khususnya yang berkaitan dengan proyek-proyek strategis. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan sekaligus upaya menjaga kondusivitas daerah di tengah masuknya investasi dan pembangunan berskala besar.
Ratna juga menyampaikan bahwa Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, memberikan perhatian khusus terhadap seluruh program strategis nasional (PSN) yang masuk ke wilayahnya. Pemerintah daerah, kata dia, diminta untuk memberikan dukungan dan kemudahan agar setiap tahapan proyek dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.
“Pak Bupati berpesan agar semua program strategis nasional yang masuk ke Pacitan bisa difasilitasi dan dipermudah,” tandasnya.
Rencana pembangunan PLTA di wilayah Tulakan dan Tegalombo sendiri menjadi salah satu proyek yang diharapkan mampu mendorong penguatan infrastruktur energi Jawa-Bali, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan setempat. Karena itu, kehadiran para tenaga ahli, termasuk dari mancanegara, menjadi bagian penting dalam memastikan proyek tersebut disusun berdasarkan kajian yang matang, baik dari sisi teknis, lingkungan, maupun sosial masyarakat.(Red/yun).




