
Jbm.co.id-DENPASAR | Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar kembali menghadirkan inovasi pelayanan publik berbasis kemanusiaan melalui program IDE Punapi (Imigrasi Denpasar Pelayanan Unggulan Pemohon Asing Prioritas).
Kali ini, Tim Imigrasi Denpasar memberikan layanan secara langsung kepada seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Turki yang tengah menjalani perawatan intensif di Bali International Hospital, Denpasar, Kamis, 9 April 2026.
Saat itu, Tim Imigrasi Denpasar melakukan pengambilan data biometrik secara langsung (on the spot) di rumah sakit. Layanan jemput bola ini diberikan kepada FG, pemegang paspor Turki, yang tidak dapat hadir ke kantor imigrasi karena kondisi kesehatan pasca kecelakaan saat berwisata di Bali.
Diketahui, FG tiba di Bali pada 8 Maret 2026 dengan tujuan berlibur. Namun, kecelakaan yang dialaminya menyebabkan patah kaki sehingga harus menjalani perawatan intensif dan masuk dalam kategori pemohon prioritas layanan keimigrasian.
Program IDE Punapi merupakan salah satu inovasi unggulan dari Kantor Imigrasi Denpasar yang tidak hanya berfokus pada pengawasan orang asing, tetapi juga mengedepankan pelayanan humanis, khususnya bagi wisatawan yang mengalami kondisi darurat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, R. Haryo Sakti, menegaskan komitmen jajarannya dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Kantor Imigrasi Denpasar akan selalu memberikan pelayanan PRIMA kepada seluruh pemohon keimigrasian sesuai dengan tata nilai Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah DJI Bali di tempat terpisah menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pemohon layanan keimigrasian, terutama dalam kondisi khusus.
“Kegiatan tersebut merupakan pelayanan humanis dan kepedulian terhadap pemohon layanan keimigrasian. Terlebih lagi Bali kedepannya akan menjadi pusat pariwisata kesehatan dan kami imigrasi siap untuk mendukung,” paparnya.
Langkah ini sekaligus memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata yang tidak hanya unggul dalam keindahan alam, tetapi juga dalam pelayanan publik yang responsif dan berorientasi pada kemanusiaan, termasuk dalam mendukung pengembangan pariwisata kesehatan (medical tourism). (red).




